Tekan Prevalensi Perokok di Indonesia, Kemenkes, Kenvue, dan Guardian Luncurkan Kampanye #SehatTanpaRokok

Oleh : Erni S | Kamis, 04 Juni 2026 - 14:26 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Kenvue, Guardian Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan kampanye nasional #SehatTanpaRokok sebagai langkah strategis untuk membantu masyarakat melepaskan diri dari ketergantungan tembakau.

Kampanye ini hadir di tengah tingginya angka perokok di Indonesia yang telah mencapai angka 70 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,4 persen berusia 10 hingga 18 tahun. Selain mengancam kesehatan perokok aktif, paparan asap rokok juga membahayakan perokok pasif (second-hand smoker) serta perokok ketiga yaitu mereka yang menghirup residu racun rokok yang menempel pada pakaian, kulit, hingga perabotan rumah.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena tingginya risiko kesehatan pada anak-anak yang tinggal bersama orang tua perokok. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia menyebabkan sekitar 740.000 kematian pada anak di bawah usia 5 tahun  secara global setiap tahunnya. Anak-anak yang berada di lingkungan orang tua perokok memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk terkena pneumonia akibat asap rokok. Di sisi lain, penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan remaja juga meningkat signifikan hingga 10 kali lipat dari 0,3 persen menjadi 3 persen.

Kampanye nasional #SehatTanpaRokok merupakan lanjutan dari Program Upaya Berhenti Merokok (UBM) untuk Indonesia Sehat yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga menghadirkan pendampingan klinis dan akses terhadap terapi yang telah terbukti secara ilmiah membantu proses berhenti merokok.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan “Akselerasi penurunan prevalensi perokok di Indonesia merupakan agenda krusial yang membutuhkan komitmen kolektif dari seluruh lintas sektor. Melalui kampanye #SehatTanpaRokok, kami sangat mengapresiasi sinergi strategis ini. Dengan mengintegrasikan edukasi publik, penguatan kapasitas tenaga medis di Puskesmas, serta penyediaan akses solusi Terapi Pengganti Nikotin (NRT) yang aman dan berstandar medis.”

Senada dengan itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan bahwa pemerintah terus memperkuat layanan Upaya Berhenti Merokok yang kini telah terintegrasi di fasilitas kesehatan primer tingkat puskesmas.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian tembakau memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari regulasi, edukasi, hingga penyediaan akses terhadap pendampingan klinis dan farmakoterapi yang tepat.

Dari sisi pengawasan keamanan produk, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja, MD., BMed., MMed., menekankan pentingnya penggunaan produk terapi yang telah memenuhi standar keamanan dan memiliki izin edar resmi.

“Dalam konteks pengendalian zat adiktif, kehadiran produk terapi yang berstandar medis dan memiliki izin edar resmi dari BPOM memberikan kepastian keamanan bagi masyarakat yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan,” katanya.

Sementara itu, Penasihat Pengurus Pusat PDPI, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., MHPM., FISR., FAPSR, menjelaskan “Dampak medis dari rokok konvensional maupun rokok elektrik sangat fatal, menjadi penyumbang utama angka Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan kanker paru. Hambatan terbesar pasien untuk berhenti merokok adalah gejala putus nikotin (withdrawal). Solusi berbasis bukti seperti Terapi Pengganti Nikotin (NRT) telah terbukti secara klinis meredakan gejala sakau dan melipatgandakan peluang keberhasilan berhenti merokok, terutama bila dipadukan dengan konseling perilaku dari tenaga medis.”

Praktisi kesehatan sekaligus mantan perokok, dr. Tirta Mandira Hudhi, turut menggarisbawahi “Sebagai seorang dokter dan mantan perokok berat selama belasan tahun, saya merasakan langsung betapa nyatanya jerat adiksi nikotin. Titik balik saya untuk berhenti adalah ketika saya menyadari penurunan kualitas kesehatan fisik secara drastis, sekaligus kesadaran akan tanggung jawab moral saya sebagai tenaga medis. Berhenti merokok memang butuh tekad, tetapi seringkali niat saja kalah oleh withdrawal syndrome. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kampanye #SehatTanpaRokok ini. Perokok butuh solusi terukur, bukan sekadar imbauan. Kombinasi antara niat yang kuat dari dalam diri dan bantuan metode ilmiah terbukti dapat meningkatkan tingkat keberhasilan untuk berhenti. Saat ini, masyarakat dapat memanfaatkan alat bantu seperti Nicotine Replacement Therapy (NRT) untuk meredakan gejala putus zat. Kehadiran pendampingan klinis dan intervensi farmakoterapi ini memfasilitasi proses berhenti merokok secara medis dan nyata.”  

Dalam kolaborasi ini, Kenvue berperan sebagai penyedia Nicorette®, terapi pengganti nikotin yang telah digunakan dalam sejumlah layanan Klinik UBM di wilayah Jakarta dan Bogor. Marketing Director Kenvue Indonesia, Fika Yolanda, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah melalui edukasi, pelatihan tenaga kesehatan, serta peningkatan akses masyarakat terhadap solusi medis yang terbukti secara ilmiah.

“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap individu yang memiliki keinginan untuk berhenti merokok mendapatkan pendampingan yang tepat serta akses terhadap solusi medis yang terbukti secara ilmiah dapat membantu mereka mencapai tujuan tersebut,” ujar Fika.

Sebagai mitra strategis dalam kampanye ini, Guardian Indonesia memperluas perannya dengan menyediakan akses informasi kesehatan dan produk NRT melalui jaringan lebih dari 350 gerai yang tersebar di 90 kota di Indonesia. Guardian juga mengerahkan apoteker sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi mengenai Upaya Berhenti Merokok kepada masyarakat.

Commercial Director Guardian Indonesia, Karlina Elisabet Wirian, mengatakan bahwa akses terhadap informasi yang akurat dan pendampingan yang tepat merupakan faktor penting dalam membantu masyarakat memulai perjalanan berhenti merokok.

“Melalui peran ratusan apoteker dan tenaga vokasi farmasi Guardian, kami ingin membantu masyarakat memperoleh edukasi dan informasi kesehatan terpercaya mengenai metode UBM serta mengakses dukungan farmakoterapi yang dibutuhkan secara aman,” kata Karlina.

Sebagai implementasi nyata kampanye ini, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Workshop Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang melibatkan 150 tenaga kesehatan profesional. Peserta terdiri atas 100 konselor Klinik UBM dari berbagai puskesmas di bawah Dinas Kesehatan dan 50 apoteker serta staf lapangan Guardian.

Pelatihan tersebut mencakup berbagai materi yang dirancang secara komprehensif, mulai dari kebijakan UBM di Indonesia, dampak medis rokok, pendekatan kombinasi farmakoterapi dan non-farmakoterapi, hingga teknik wawancara motivasional untuk membantu pasien mengatasi ketergantungan nikotin.

Melalui sinergi antara pemerintah, regulator, organisasi profesi, sektor kesehatan, dan industri, kampanye #SehatTanpaRokok diharapkan dapat memperkuat upaya nasional dalam menurunkan angka perokok sekaligus membangun ekosistem pendukung yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin hidup lebih sehat dan bebas dari ketergantungan tembakau.

Erni S

Redaksi

Erni S adalah seorang jurnalis dan sekretaris redaksi di Industry.co.id. ia menjadi salah satu kontributor paling produktif. Spesialisasinya mencakup berbagai bidang, dengan fokus utama pada sektor hiburan, industri, dan iptek. Tulisannya dikenal luas karena kemampuannya mengulas isu-isu terkini dengan gaya yang informatif dan mudah dipahami oleh pembaca lintas kalangan. Di luar dunia hiburan, Erni S juga aktif menulis tentang perkembangan industri nasional, teknologi, pariwisata, dan sektor keuangan menjadikannya salah satu penulis yang yang paling berpengaruh bagi kemajuan Industry.co.id.

Lihat semua artikel →