Ya Ampun Miris Banget! Sepertiga dari 600 Pengusaha Gulung Tikar Gara-gara Corona

Oleh : Ridwan | Kamis, 08 April 2021 - 17:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi Covid-19 telah membuat sektor udaha di Tanah Air merana. Bayangkan saja, sepertiga dari 600 pengusaha tidak mampu mempertahankan bisnis usahanya akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani dalam webinar virtual di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

"Kalau memang kondisinya seperti tidak ada perubahan, sepertiga mereka akan tidak bisa bertahan lebih dari 1 tahun," ujarnya.

Dijelaskan Haryadi, kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil riset kepada 600 pengusaha yang merupakan anggota Apibdo pada awal Januari 2021.

Berdasarkan hasil riset tersebut menunjukkan, sebanyak 44% pengusaha mengaku penjualannya turun lebih dari 50% selama pandemi Covid-19 tahun 2020.

"Di tahun 2021 itu sudah mengecil. Tadinya 44 persen menjadi 24 persen," jelasnya.

Hariyadi mengungkapkan, dari hasil riset tersebut, terlihat bahwa kebanyakan pengusaha yang bertahan melakukan berbagai strategi efisiensi, mulai dari biaya operasional, organisasi kepengurusan, hingga tenaga kerja.

"Kemudian mereka melakukan penyesuaian terhadap kuantitas dan kualitas, jadi mereka lebih banyak dibiaya," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →