Terkuak Sudah! Didepan Ratusan Pengusaha, Jokowi Akui Selalu Telepon Bahlil Lahadalia Setiap Hari

Oleh : Ridwan | Jumat, 05 Maret 2021 - 11:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti betul pertumbuhan sektor investasi pada tahun ini. Kepala negara menganggap, investasi mampu menjadi tiang penyangga perekonomian di masa krisis.

Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 ditargetkan sekitar 5 persen. Sehingga kata Jokowi pemerintah memiliki waktu untuk membalikkan dari pertumbuhan ekonomi minus 2,19 persen menjadi 5 persen dengan cara investasi.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 ini ditargetkan 4,5 sampi 5,5 setengah artinya kurang lebih 5 persen. Artinya dalam waktu setahun kita harus membalikkan dari minus 2,19 menjadi plus 5 dan bahkan mungkin bisa lebih, asalkan kuncinya ada di investasi," ujar Jokowi dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI Tahun 2021 di Istana Bogor, Jumat (5/3/2021).

Jokowi pun menyebut kunci masuknya investasi ada di Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.

Ia menceritakan dirinya setiap hari menghubungi Kepala BKPM untuk memantau perkembangan investasi di Indonesia.

"Mana pak Bahlil [Kepala BKPM]? Kuncinya ada di pak Bahlil, kepala BKPM," teranya.

"Tiap hari saya telepon, saya tanya terus bisa berapa persen tahun ini? Berapa triliun? Bisa naik? Siapa yang masuk? Sudah sampe mana? Target kecapai enggak tiap hari? Untung orangnya tenang dan semangat. Kalau enggak mungkin drop udah," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Jokowi, dengan banyaknya investasi yang masuk, akan semakin banyak peluang usaha yang terbuka dan membuka lapangan kerja serta memberikan kesejahteraan bagi masyakarat.

"Artinya apa? banyak peluang usaha yang terbuka yang membuka lapangan kerja dan bisa memberikan kesejahteraan masyarakat asal peluangnya sangat banyak," tutur Jokowi.

Jokowi mengaku telah berpesan kepada Kepala BPKM agar bisa menyambungkan antara investasi, investor baik asing maupun investor besar dalam negeri, untuk bisa berpatner dengan pengusaha HIPMI dan pengusaha-pengusaha daerah.

"Ini sudah saya perintah kalau nanti tidak terlaksana, bapak ibu mengejarnya ke pak Bahlil, jangan ke saya lagi. Saya tanya "oh ini ada investor yang masuk ke provinsi ini kerjasamanya dengan siapa, saya nanti saya tanya itu sudah dengan ini ya, oke," tegas Jokowi.

"Karena ke depan saya melihat dengan hilirisasi industrialisasi kita akan menuju transformasi ekonomi yang bener dan itu akan meloncatkan negara kita Indonesia menjadi lima besar ekonomi terkuat di dunia," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →