Asiik, Buleleng Tambah 10 Desa Wisata Baru dan Homestay
INDUSTRY.co.id, Buleleng - Bali, salah satu destinasi di Indonesia yang mempunyai daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng untuk mengembangkan sektor pariwisata di Bali.
Dalam waktu dekat, Pemda Kabupaten Buleleng akan membangun 10 desa wisata alam yang eksotis beserta homestaynya. Dengan adanya 10 destinasi baru, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Nyoman Sutrisna, optimis akan bisa menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara lebih banyak lagi.
"Sebelumnya, sudah ada puluhan desa wisata yang sudah diresmikan, tetapi 10 desa wisata baru ini tidak kalah dengan puluhan desa wisata lainnya. Salah satunya Desa Sudaji yang memiliki potensi yang luar biasa di sektor budaya dan alamnya. Kami juga sempat berunding dengan warga sekitar," ujar Sutrisna di Singaraja, melalui siaran pers dari facebook Kementerian Pariwisata, Sabtu (6/5/2017).
Dengan mengusung tema "Buleleng is Different" atau Buleleng yang berbeda Ia optimis pariwisata di Buleleng akan lebih kuat dengan adanya 10 desa wisata baru ini. Apalagi, masing-masing desa wisata terdapat pembangunan homestay baru untuk para wisatawan yang menginap dan dapat merasakan kehidupan desa wisata, tambahnya.
Menurutnya, dengan keberadaan desa wisata di Kabupaten Ujung Utara Pulau Dewata ini, diyakini akan memperkuat promosi.
"Berbeda dengan kondisi Bali Selatan, kami memiliki pantai yang tenang dan masih sepi, alam yang masih asri, dan daerah kami aman dari kemacetan. Di sini, wisatawan bisa tinggal di homestay dan berbaur dengan warga setempat," sambungnya.
Untuk mempromosikan pariwisata dan desa wisata di Buleleng, pihak Dispar Buleleng akan bekerjasama dengan pihak swasta akan menggelar 'Buleleng Expo' dan target sasarannya akan lebih banyak ke wisman dibandingkan wisnus.
"Dananya, bukan dari APBD itu dari pihak swasta yang berkoordinasi dengan kami. Ini bagian promosi wisata kami, yang nantinya akan disinergikan dengan pelaksanaan PKB. Targetnya lebih mengejar wisatawan mancanegara," ungkap Sutrisna.