Luar Biasa Dahsyat! Hanya Dalam Waktu 3 Minggu, Perusahaan Peralatan Medis Ini Mampu Jual 1,7 Swab Antigen Test Covid-19

Oleh : Ridwan | Kamis, 21 Januari 2021 - 16:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) mendulang cuan cukup signifikan di masa pandemi Covid-19.

Dalam keterbukaan informasi BEI, perseroan melaporkan dalam minggu ketiga Januari telah berhasil menjual 1,7 juta unit Swab Antigen Test Covid-19. Adapun di kuartal I 2021 IRRA menargetkan dapat menjual 2,5 sampai 3 juta unit Swab Antigen Test.

"Pencapaian awal tahun yang sangat baik, sudah 1,7 juta di pekan ke-3 Januari. Di kuartal I, target kami bisa menjual 2,5 - 3 juta unit Swab Antigen Test. Kami optimistis, apalagi dengan adanya hasil evaluasi Balitbang Kemenkes yang dikeluarkan 15 Januari 2021, Swab Antigen Test Panbio memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitasnya mencapai 100 persen," ujar Direktur Pemasaran IRRA Hendry Herman dilansir Kumparan, Kamis (21/1/2021).

Dijelaskan Hendry, permintaan di awal tahun ini seluruhnya berasal dari swasta khususnya ritel. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat Swab Antigen Test Panbio laku keras di pasaran. Pertama, harga produk cukup terjangkau. Kemudian penggunaannya mudah dan sudah mendapat rekomendasi WHO.

Terlebih, produk Swab Antigen Test Panbio yang di produksi Abbott ini baru saja mendapat hasil evaluasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan sebagai alat rapid antigen dengan tingkat sensitifitas dan spesifisitasnya mencapai 100 persen.

Melihat tingginya permintaan, sepanjang tahun ini IRRA menargetkan mampu menjual sebanyak 5-10 juta unit swab antigen. Besaran ini naik 100-300 persen dari realisasi volume penjualan tahun 2020 yang hanya sebesar 2,4 juta.

Dengan target yang cukup fantastis tersebut, perseroan menargetkan total penjualan dan laba bersih di 2021 tumbuh 80-100 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun tahun lalu, pendapatan perseroan berkisar Rp 540-Rp 550 miliar, sementara untuk perolehan laba bersih di kisaran Rp 56-60 miliar.

"Perseroan optimistis mampu mencapai target di tahun ini," ujar Hendry.

Selain produk Swab Antigen Test, Perseroan juga optimistis penjualan Jarum Suntik ADS dan Mesin Plasma Darah mampu tumbuh di tahun ini.

Dalam waktu dekat, Perseroan akan memulai menjual produk barunya Avimac, yaitu immunomodulator untuk peningkatan imun tubuh yang dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 di lndonesia.

"Produk ini sudah di produksi di Australia dan saat ini sudah dalam proses produksi karena sudah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," ujarnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →