Giring AS Tingkatkan Investasi, RI Tawarkan Pulau Terluar

Oleh : Ridwan | Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memperkuat kerja sama di tengah pandemi covid-19. Sehingga, pemulihan ekonomi kedua negara semakin cepat.

"Kami sepakat memperkuat kerja sama ekonomi. Khususnya, memperkuat rantai pasokan global dan mempercepat pemulihan ekonomi," ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/10/2020).

"Berkaitan dengan hal tersebut, saya kembali menggarisbawahi pentingnya fasilitas GSP (Generalized System of Preferences), yang tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia, namun juga bisnis AS," imbuh Retno yang turut didampingi Menlu AS Mike Pompeo.

Lebih lanjut, dia berharap lebih banyak investor AS datang ke Indonesia untuk berinvestasi. Dengan begitu, skala perdagangan antara kedua negara pun semakin meningkat.

Menyoroti sektor investasi, Retno memandang investor bisa menggarap pulau terluar Indonesia, seperti wilayah Natuna. Terkait kerja sama pertahanan, diketahui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mengunjungi Negeri Paman Sam, termasuk bertemu dengan Menteri Pertahanan AS.

"Dalam pertemuan itu mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan. Seperti, memperkuat kemampuan pertahanan dan pengadaan militer untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF). Berikut, pelatihan, sharing data intelijen dan kerja sama keamanan di kawasan," papar Retno.

Adapun, Pompeo menilai peningkatan kerja sama kedua negara sangat penting. Terutama di masa pandemi covid-19 yang menghantam seluruh negara.

"Kami sepakat meningkatkan skala kerja sama. Baik untuk perdagangan, maupun investasi. Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa kita bisa melewati masa sulit ini," tutur Pompeo.

Dia menyebut upaya penanganan pandemi covid-19 terus dilakukan pemerintah AS. Termasuk menggulirkan stimulus dan mempercepat pengembangan vaksin covid-19. Pemerintah AS juga menggandeng sejumlah negara untuk mempercepat pemulihan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →