Kepala BKPM Sebut Harga Tanah Kawasan Industri Terlalu Mahal: Wajar Kalau Investor Lari ke Vietnam

Oleh : Ridwan | Kamis, 16 Juli 2020 - 16:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Investor masih banyak yang belum berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Bahkan, lebih memilih negara tetangga untuk berinvestasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, mahalnya harga tanah menjadi salah satu penyebab investor tak menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurut Bahlil, investor lebih memilih lari ke Vitnem karena mendapatkan harga tanah yang jauh lebih murah.

"Beberapa orang menyebut Vietnam itu lebih baik dalam konteks tanah, betul. Pasalnya harga tanah di Indonesia ini untuk di kawasan industri bisa sampai Rp3 juta-Rp 4 juta," ujar dia dalam acara DBS Asian Insights Conference 2020, Kamis (16/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil sempat menyindir penyedia kawasan industri dengan sebutan kawasan industri tanah. Karena mereka belum apa-apa sudah mencari untung secara tak wajar dari harga tanah.

"Jadi, dalam anekdot yang saya buat ini bukan kawasan industri tapi ini kawasan industri tanah karena belum-belum sudah cari untung paling banyak harga tanah," ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, pemerintah tidak akan berdiam diri. Menurutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan BKPM bersama BUMN untuk menyediakan lahan yang kompetitif, yakni Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Batang, Jawa Tengah.

"Jadi atas perintah Presiden, kami bekerja sama dengan BUMN, bakal menyiapkan lahan gratis untuk investor," tandas dia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →