Konsorsium Star Energy Akuisisi PLTP Chevron Corp Bernilai US$2,3 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 17 April 2017 - 08:53 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Konsorsium Star Energy, sebuah perusahaan afiliasi PT Barito Pacific Tbk (BRPT), mengakuisisi tiga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik Chevron Corp di Indonesia dan Filipina senilai US$2,3 miliar atau sekitar Rp31,05 triliun (Rp13.500 per US$).

Konsorsium tersebut terdiri dari Star Energy Group Holdings, Star Energy Geothermal, AC Energy (Ayala Group) Filipina, dan EGCO dari Thailand. Dalam konsorsium tersebut, grup Star Energy menguasai 68,31% saham. Sementara itu, AC Energy dan EGCO masing-masing memiliki 19,3% dan 11,89% saham.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/04/2017), Jay Johnson, Executive Vice President of Chevron Corporation, mengungkapkan, ketiga PLTP Chevrom yang diakuisisi tersebut adalah PLTP Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, berkapasitas 370 megawatt (MW) dan PLTP Darajat di Kabupaten Garut, Jawa Barat berkapasitas 240 MW.

“Sedangkan yang di Filipina, konsorsium Star Energy mengakuisisi 40% saham di PLTP Tiwi-MakBan berkapasitas 326 MW. Total kapasitas PLTP yang diakuisisi konsorsium Star Energy adalah 740 MW,” tulis Jay Johnson.

Jay Johnson menjelaskan, penyelesaian transaksi jual-beli PLTP milik Chevron Corp di Indonesia diselesaikan pada 31 Maret 2017. Karena itu, hasil transaksi tersebut dapat dibukukan ke dalam kinerja Chevron Corp per triwulan pertama 2017. Sedangkan transaksi penjualan PLTP Chevron Corp di Filipina paling lambat selesai pada akhir 2017. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →