Penjualan 2025 Minahasa Membangun Tercatat Rp24,53 Miliar
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Emiten pengembang properti berbasis di Minahasa - Sulawesi Utara, PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), menilai industri properti diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2026, seiring belum pulihnya minat konsumen secara penuh. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang masih terbatas serta meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian properti.
Meski demikian, peluang pertumbuhan dinilai masih terbuka, terutama pada segmen hunian rumah tapak yang menawarkan nilai tambah bagi masyarakat. Faktor seperti konsep ramah lingkungan serta desain yang mendukung fleksibilitas aktivitas menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Direktur Utama HBAT), Go Ronny Nugroho, mengatakan di tengah dinamika pasar yang masih berlangsung, segmen rumah tapak dipandang memiliki prospek yang cukup positif, bahkan menjadi primadona dibandingkan sektor properti lainnya. Selain itu, dukungan Pemerintah melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), diharapkan mampu membantu meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki hunian. "Segmen hunian rumah tapak menawarkan nilai tambah seperti konsep ramah lingkungan dan fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas,” ujar Ronny dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (11/6/2026) di Jakarta.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, HBAT terus melakukan berbagai langkah strategis guna menjaga kinerja usaha. Salah satunya melalui percepatan penyelesaian unit-unit hunian yang telah memasuki tahap akhir pembangunan tanpa mengesampingkan aspek kualitas. Selain itu, optimalisasi proses perencanaan dan konstruksi untuk proyek-proyek baru juga terus dilakukan agar pengembangan dapat berjalan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Ronny menambahkan, penguatan strategi pemasaran menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendorong penjualan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Dengan berbagai upaya tersebut, Perseroan berharap dapat memanfaatkan peluang yang masih tersedia pada segmen hunian rumah tapak, sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan.
Meskipun terhitung sebagai pengembang baru di Minahasa, keberadaan HBAT cukup diperhitungkan oleh sekitar 60 pengembang yang sudah lebih dahulu beroperasi di wilayah Sulawesi Utara. Sebab, aktivitas pembangunan dan penjualan HBAT berjalan dengan stabil sepanjang tahun, dan kawasan perumahan yang dikembangkan adalah kawasan yang dinamis, strategis, dan terintegrasi, dengan berbagai sarana dan prasarana.
Apalagi, di tengah dinamika persaingan usaha yang ketat, HBAT terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis. Salah satunya dengan fokus pada kualitas bangunan, desain dan kelengkapan infrastruktur, serta berinovasi dan memastikan kompetensi sumber daya manusia, untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan.
"Inovasi produk, pemanfaatan insentif Pemerintah, transformasi digital dan pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, pembangunan berkelanjutan, konsep bangunan hijau, adalah sederet kebijakan dan strategi Perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada," ujarnya.
Kinerja tahun 2025
“Sepanjang 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp24,53 miliar, atau tercapai 33,6% dari target penjualan yang ditetapkan pada awal tahun sebesar Rp73,02 miliar. Dari penjualan tersebut, Perseroan membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp2,7 miliar,” ungkap Direktur Keuangan HBAT, Andrie Rianto.
Di tahun 2025 aset Perseroan adalah sebesar Rp84,6 miliar naik dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp82,1 miliar. Liabilitas Perseroan turun menjadi sebesar Rp3,5 miliar dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp3,7 miliar. Ekuitas Perseroan di tahun 2025 naik menjadi sebesar Rp81,2 miliar, dimana tahun 2024 sebesar Rp78,3 miliar.
Lebih lanjut, Andrie menambahkan, penurunan penjualan disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat, tingkat suku bunga kredit yang masih relatif tinggi, serta kecenderungan konsumen untuk menunda keputusan pembelian di tengah dinamika ekonomi. Selain itu, meningkatnya selektivitas konsumen terhadap produk properti dan ketatnya persaingan di industri turut memberikan tekanan terhadap penjualan Perseroan. "Sedangkan penurunan pencapaian laba, salah satunya disebabkan karena terjadinya volatilitas harga bahan-bahan bangunan dan turunannya, yang berada diluar kendali Perseroan," tegas Andrie.
Ditengah volatilitas tersebut, sepanjang tahun 2025, HBAT telah menerapkan pengelolaan biaya yang prudent, baik pada belanja operasional maupun belanja modal, termasuk penguatan pada tata kelola pengadaan. “Seluruh pengeluaran kami fokuskan pada kebutuhan yang bersifat strategis dan esensial, dengan pemantauan ketat terhadap biaya per unit, sehingga pada akhir tahun Perseroan masih mampu mencatatkan laba,” ujarnya.
“Adapun mengenai penggunaan dana hasil IPO, Perseroan telah merealisasikan seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham per Desember 2025 dengan rincian Rp11.015.006.400,- untuk pembelian tanah/landbank, Rp10.820.000.000,- untuk pembangunan fasilitas dan sarana prasarana perumahan (kolam renang, function hall/clubhouse, dan kantor marketing), dan Rp1.962.224.877,- untuk modal kerja,” tambah Andrie.
Tentang PT Minahasa Membangun Hebat Tbk
Perseroan adalah perusahaan lokal yang bergerak di bidang real estate dan pengembang perumahan di kawasan Manado-Sulawesi Utara. Perseroan didirikan pada 31 Januari 2020, oleh beberapa tim yang sudah memiliki portofolio di bidang properti seperti hotel, resort dan perkantoran di berbagai kota di Indonesia.
Perseroan mampu mengembangkan proyek pertamanya di Kawasan Sawangan - Minahasa yakni Sawangan Permai. Ini adalah kawasan seluas 15 Ha yang memiliki beberapa kelebihan antara lain berlokasi hanya berjarak 3 menit dari jembatan Ringroad Paal 4, di mana dapat menjangkau fasilitas umum hanya dalam hitungan menit mulai dari mal dan pusat perbelanjaan, sekolah internasional, rumah sakit, pasar modern dan tol Manado – Bitung serta Bandara Sam Ratulangi.
Pada 7 Agustus 2023, Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.***