Tahun 2019, Neraca Perdagangan Indonesia Defisit USD 3,19 miliar Karena Ekspor Migas dan Non Migas Jeblok

Oleh : Candra Mata | Rabu, 04 Maret 2020 - 00:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id - Jakarta, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward memyampaikan soal neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2019 yang mengalami defisit sebesar USD 3,19 miliar disebabkan karena adanya defisit migas sebesar USD 9,35 miliar. 

Meski masih mengalami defisit, sebut Dody, namun neraca perdagangan ini mengalami perbaikan dimana terjadi penurunan defisit dari tahun 2018 sebesar USD 8,69 miliar. 

"Kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga tercatat surplus sebesar USD 6,15 miliar," kata Dody Edward di Jakarta, Selasa (3/3/2020). 

Ia merinci, bahwa ekspor migas Indonesia mencapai USD 167,53 miliar tahun 2019. 

"Menurun 6,94 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencapai USD 180,01 miliar," jelasnya. 

Sedangkan, untuk nilai ekspor nonmigas pada tahun 2018 mencapai USD 154,99 miliar. 

"Menurun 4,82 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencapai USD 162,84 miliar," pungkasnya. 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →