Kawasan Industri Tanah Kuning Berada di Pusat Ekonomi Masa Depan

Oleh : Ridwan | Kamis, 09 Maret 2017 - 08:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pada tahun 2017 hingga 2020, terdapat rencana investasi industri yang terdiri atas 91 proyek dengan total biaya hingga Rp704 triliyun.

Guna mendukung hal tersebut salah satunya Pemerintah telah mengembangkan 14 kawasan industri prioritas di Luar Jawa guna mendorong realisasi investasi khususnya di Luar Jawa.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, di luar ke-14 kawasan industri prioritas tersebut, Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri berpotensi lain yang salah satunya adalah Kawasan Industri Tanah Kuning di Provinsi Kalimantan Utara.  

"Kalimantan Utara (Kaltara) termasuk ke dalam Wilayah Pengembangan Industri di dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035," ungkap Airlangga saat menghadiri acara Kaltara Investment Summit 2017 di Jakarta (8/3/2017).

Pengembangan industri di Kalimantan Utara mencakup rencana pengembangan PLTA sebesar 6600MW dan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang meliputi infrastruktur jalan dan jembatan, pelabuhan laut,serta bandara.

"Kami telah mengusulkan Kawasan Industri Tanah Kuning menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN)," terang Airlangga.

Kawasan industri Tanah Kuning terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional dan berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan (Pacific Rim) dan langsung berhadapan dengan negara tetangga.

Hal tersebut melatarbelakangi pengembangan Kawasan Industri Tanah Kuning yang memiliki luas hingga 10.000 hektar, dimana industri inti yang akan dikembangkan di kawasan ini selain hilirisasi industri pengolahan mineral, adalah juga industri pengolahan kelapa sawit, kakao dan hasil perikanan.  

Ditunjang oleh pembangunan PLTA di Kabupaten Bulungan yang berkapasitas hingga 6.600 MW, diharapkan PLTA ini mampu menyediakan energi listrik yang murah dan kompetitif untuk industri khususnya untuk industri alumina dan turunannya.

Pada kesempatan itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada segenap jajaran pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Utara serta masyarakat yang mendukung pengembangan industri dan kawasan industri di provinsi ini.

Menperin optimis dengan terselenggarakannya Forum Investasi Kaltara 2017 ini akan muncul gagasan-gagasan cemerlang yang konstruktif, aplikatif dan konkrit untuk pengembangan investasi khususnya di sektor industri di Provinsi Kalimantan Utara.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →