Desa Wisata Bertajuk Industrial Tourism

Oleh : Ridwan | Rabu, 15 Mei 2019 - 11:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bandung - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung kembali menggelar 'Forum Bisnis Pariwisata'. Event ini merupakan tahun ke-6 diadakan, dimana pada tahun ini mengusung tema 'Aktivitas Wisata Desa'.

Hadir sebagai narasumber yaitu Co-Founder Industrial Tourism World (ITW) Jababeka Sandy Rusdiana bersama Tatiek Kancanianthi selaku Trainer Social Entrepreneur Desa Tegalwaru dan Nurdiansyah Dalidjo selaku Penjelajah Rempah Traveller. 

Pada kesempatan tersebut, lima grand finalis juga mempresentasikan ide bisnis pariwisata mereka masing–masing untuk memperebutkan hadiah sejumlah total Rp 16 juta dan berkesempatan untuk direalisasikan oleh investor dari Perisai Group. 

Adapun kelima Grand Finalis tersebut adalah Devita Chandra Ayu, Dwi Riski Putri, Mega Prameswari, Mayang Putri, dan Emia Sola Vide.

Dalam paparannya, Sandy menjelaskan bahwa desa merupakan cerminan suatu wilayah siap dinyatakan sebagai tempat wisata. 

"Dengan dikembangkannya desa wisata diharapkan akan mengedukasi para warga untuk siap menghadapi dan menyajikan kegiatan wisata kekinian, dimana wisata industri bisa juga menjadi salah satu concern buat desa untuk mengembangkan potensi pariwisatanya," kata Sandy di Bandung (14/5) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Sandy juga mengajak pada seluruh peserta yang hadir untuk dapat berfikir "Out of The Box" bahwa yang berkesempatan menjadi desa wisata bukan saja milik suatu desa yang sudah dianugerahkan keindahan alam yang luar biasa, tetapi desa wisata itu bisa diciptakan dari kegiatan perindustrian yang dimiliki suatu desa.

Seperti contoh industri makanan ringan, industri pakaian, industri kerajinan tangan, dan industri rumahan lainnya dapat menjadikan suatu Desa sebagai objek destinasi kunjungan. 

"Ini yang sedang kita bangun di Jababeka melalui wisata industri dan www.industrial-tourism.com," tutup Sandy.(Robert)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →