Kemenperin Bantah Nike Stop Order di Indonesia

Oleh : Ridwan | Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menepis kabar terkait pemberhentian pesanan pakaian olahraga 19 perusahaan garmen atau produsen pakaian jadi di Indonesia oleh Nike. 

"Kami sudah mengonfirmasi langsung ke pihak Nike yang ada di Singapura. Yang jelas kan nggak ada pengurangan order Nike di Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Selain itu, tambah Sigit, pihaknya memastikan Nike tetap memesan pakaian olahraga dari perusahaan garmen atau produsen pakaian jadi di Indonesia.

"Saya jamin Nike tidak mengurangi pesanan pakaian olahraga dari 19 pabrik tersebut," terang Sigit. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, Nike menganggap kerja sama dengan perusahaan garmen di Indonesia masih menguntungkan. Hal itu sudah dikonfirmasi ke pihak Nike.

"Kalau selama produksi dari Indonesia menguntungkan ya kenapa saya (Nike) harus berhenti. Begitu jawabannya," kata Ade Sudrajat.

Ade menambahkan pihak Nike telah memastikan kerja sama dengan 19 perusahaan garmen tersebut masih berlanjut.

"(19 perusahaan itu masih kerja sama dengan Nike), masih, masih berlanjut," tambahnya.

Sebelumnya beredar kabar di media sosial Nike berhenti memesan pakaian olahraga dari 19 perusahaan garmen atau produsen pakaian jadi di Indonesia. Sebanyak 35.000 karyawan dikabarkan terancam PHK.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →