Trisula International (TRIS) Cetak Rekor Kinerja 2025, Tebar Dividen Rp31 Miliar
INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Emiten tekstil dan garmen, PT Trisula International Tbk, membukukan kinerja terbaik sepanjang sejarah perseroan pada tahun buku 2025. Kinerja solid tersebut mendorong perseroan membagikan dividen tunai senilai total Rp31 miliar atau setara sekitar Rp10 per saham, sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4).
Pembagian dividen itu berasal dari laba tahun buku 2025 dan belum memperhitungkan dividen interim yang sebelumnya telah disalurkan perseroan pada September 2025. Langkah tersebut menegaskan komitmen Trisula dalam menjaga konsistensi pengembalian nilai kepada pemegang saham di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut.
Sepanjang 2025, Trisula International berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar atau tumbuh 33% secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, penjualan perseroan meningkat 14% menjadi Rp1,73 triliun dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian ini mempertegas posisi Trisula sebagai salah satu pemain tekstil nasional yang mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan industri manufaktur dan ketidakpastian ekonomi global.
Presiden Direktur PT Trisula International Tbk, Widjaya Djohan, mengatakan pencapaian tersebut ditopang oleh strategi perseroan yang konsisten menjaga kualitas produk, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar.
“Fokus kami dalam menjaga kualitas produk, yang didukung oleh kekuatan SDM serta kemampuan beradaptasi secara cepat, menjadi kunci keberhasilan TRIS. Dengan kontribusi ekspor yang semakin dominan dan pasar tujuan yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan global,” ujar Widjaya.
Kontribusi pasar ekspor menjadi motor utama pertumbuhan perseroan. Hingga akhir 2025, penjualan ekspor menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan Trisula. Diversifikasi pasar ekspor dinilai menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam menghadapi fluktuasi permintaan global, karena tidak bergantung pada satu kawasan tujuan saja.
Manajemen melihat peluang ekspansi masih terbuka lebar, terutama di pasar Eropa dan Asia yang menjadi target utama penambahan basis pelanggan baru. Di saat yang sama, Trisula juga mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dari hulu hingga hilir.
Selain itu, perseroan memperluas portofolio produk melalui inovasi dan pendekatan kustomisasi guna memperkuat penetrasi di segmen business-to-business (B2B), yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung bisnis grup.
Dengan kombinasi strategi ekspansi pasar, efisiensi operasional, dan inovasi produk, manajemen optimistis kinerja perseroan pada tahun ini tetap berada di jalur pertumbuhan dan mampu mencapai target yang telah ditetapkan.