Perdagangan Bebas Jadi Ancaman Petani Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 01 Februari 2017 - 15:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indonesia sedang menjajaki perundingan putaran kedua perdagangan bebas atau CEPA (Comprehensive Economic Patnership Agreement). Serikat Petani Indonesia meminta pemerintah serius melindungi petani dari ancaman Free Trade Agreement (FTA).

“Perdagangan bebas hasil dan produk pertanian dari Uni Eropa akan meminggirkan produk-produk petani indonesia. Selain itu, dikhawatirkan akan mendorong terjadinya perampasan lahan-lahan terkait dengan kemudahan investasi di sumber daya alam,” kata Zainal Arifin dari Serikat Petani Indonesia dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (1/2/2017)

Katanya perjanjian RCEP akan mengancam kedaulatan petani melalui pengaturan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) khususnya mengenai benih.

“Banyak petani kita yang sudah mengalami kriminalisasi akibat pengaturan HAKI ini. RCEP akan kembali mengkriminalisasi petani jika pemerintah tidak menyusun strategi yang tepat dalam perundingan FTA,”jelas dia

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti mengingatkan pemerintah indonesia agar tidak membuat komitmen yang inkonsisten dengan upaya penguatan industri lokal.

“Misalnya proposal UE yang meminta Indonesia menghapuskan perusahaan UE untuk bermitra dengan perusahaan lokal, serta menghapuskan batasan foreign equity cap dibeberapa sektor tertentu. Publik perlu dilibatkan untuk memberikan masukan terkait posisi tawar perundingan, sehingga kepentingan nasional lebih terjamin,” saran Rachmi

Sebagai informasi, Indonesia dan Uni Eropa menjalankan perundingan putaran ke-2 Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Dalam perundingan yang berlangsung pada pada 24-27 Januari 2017 di Denpasar ini, kedua pihak belum akan memasuki tahapan negosiasi.

Ahmad Fadli Lihat semua artikel →