Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Percepat Investasi SPKLU Swasta
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum ASPELUSI sekaligus Managing Director Utomo Charge+, Anthony Utomo, menilai dukungan pemerintah daerah terhadap kendaraan listrik mulai memberi efek positif terhadap minat investasi infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dari sektor swasta. Insentif seperti pembebasan pajak daerah dan relaksasi kebijakan ganjil genap dinilai menjadi pendorong penting bagi percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Anthony mengatakan kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata konsumen, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan jaringan SPKLU di Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan populasi kendaraan listrik menjadi faktor krusial dalam meningkatkan utilisasi charging station yang selama ini menjadi tantangan utama investor.
“Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU. Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat,” ujar Anthony dalam keterangannya, Rabu (6/5).
Ia menilai kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik serta pelonggaran aturan ganjil genap di kota-kota besar akan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan berbasis listrik. Dampaknya, kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya diperkirakan ikut meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Anthony, momentum tersebut perlu segera direspons pelaku usaha dengan mempercepat pembangunan jaringan SPKLU yang lebih luas dan terdistribusi. Ia menekankan bahwa infrastruktur charging station kini tidak lagi sekadar peluang bisnis, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional.
“Kami melihat ini bukan lagi sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional. Swasta harus mulai melihat SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional,” katanya.
ASPELUSI menilai kebutuhan investasi infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia akan terus meningkat seiring tren elektrifikasi transportasi yang meluas, tidak hanya pada kendaraan pribadi tetapi juga sektor komersial dan logistik. Anthony menyebut penggunaan kendaraan listrik mulai merambah layanan ride-hailing, armada operasional perusahaan, hingga truk listrik.
“Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus terus dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence yang tinggi,” jelasnya.
ASPELUSI juga mendorong pemerintah daerah memperluas dukungan melalui kemudahan perizinan lokasi SPKLU, integrasi charging station dengan kawasan publik dan transportasi massal, hingga pemberian insentif penggunaan energi bersih. Asosiasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi transportasi nasional dan memperkuat ketahanan energi menuju ekonomi rendah emisi.