Kadin Gelar Rakornas 2026, Dorong Stabilitas Dagang dan Investasi demi Target Pertumbuhan 8%

Oleh : Hariyanto | Minggu, 03 Mei 2026 - 11:50 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/04/2026).

Mengangkat tema "Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselerasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8%", forum ini menjadi ajang konsolidasi pengusaha dan pemerintah untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyoroti tiga fokus utama yang harus didorong bersama, yakni stabilitas perdagangan antarprovinsi, ekspansi pasar global, dan penguatan investasi. Menurutnya, perdagangan dalam negeri menjadi kunci ketahanan ekonomi.

"Pertama, bagaimana perdagangan dalam negeri supaya juga ada stabilitas. 38 provinsi bisa berdagang satu sama lain karena tidak semuanya menghasilkan hal yang sama. Jadi ini bisa menjadi ketahanan ekonomi sendiri," kata Anin, sapaan akrabnya.

Terkait perdagangan luar negeri, Anin mengapresiasi langkah pemerintah yang terus membuka akses pasar baru di tengah tekanan ekonomi global. Ia menyebut upaya tersebut penting untuk menjaga devisa.

"Pemerintah berjuang keras dalam membuka pasar dari yang sudah ada Amerika (Serikat), tapi juga Uni Eropa, Kanada, Eurasia, dan lain-lain. Nah ini kita melihat terus kita mesti manfaatkan apalagi bisa menghasilkan devisa pada saat rupiah tentunya seperti mata uang lain dalam tekanan," ujarnya.

Investasi juga menjadi sorotan Anin. Ia menilai capaian investasi kuartal I 2026 yang menembus Rp500 triliun sebagai motor penggerak perdagangan.

"Dan yang terakhir juga investasi. Kita mengetahui investasi di kuartal satu tumbuh pesat Rp500 triliun dan ternyata memang rata-rata investasi itu adalah Rp1 miliar yang artinya teman-teman di daerah bisa terus terinspirasi dan melakukan investasi agar supaya terjadi pertumbuhan ekonomi. Saya rasa ini adalah yang sangat penting karena ujung-ujungnya adalah perdagangan. Kita berinvestasi untuk bisa berdagang, itu tentu akan menghasilkan kekuatan lainnya seperti konsumsi domestik," kata Anin.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso yang membuka Rakornas turut menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menekankan bahwa sinergi dengan Kadin dan asosiasi diperlukan untuk memacu ekspor sekaligus menjaga pasar domestik.

"Jadi hari ini Rakornas bidang perdagangan ya. Jadi kita terus kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, dalam hal ini Kadin dan seluruh asosiasi. Pertama, bagaimana ekspor kita terus meningkat ya dari beberapa komoditas, dan juga bagaimana pasar dalam negeri tetap terus tumbuh," ujar Budi.

Budi menambahkan, sinergi tersebut akan melibatkan jaringan Kadin hingga ke tingkat daerah agar program pemerintah berjalan efektif.

"Jadi kita banyak program yang nanti bisa kita sinergikan baik dengan Kadin pusat maupun dengan Kadin provinsi dan juga kabupaten kota ya. Jadi bareng-bareng kita tingkatkan ekspor kita, kita tingkatkan daya saing kita, dan tentu pasar di dalam negeri supaya terus tumbuh dengan harapan yang kita inginkan bersama," pungkasnya.

Rakornas kali ini membahas tiga pilar utama. Pilar pertama mengangkat penguatan pasar domestik, akselerasi investasi strategis, dan pengembangan ekosistem hilirisasi dengan narasumber Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri RI Iqbal Shoffan Shofwan, Deputi Bidang Hilirisasi BKPM RI Heldy Satrya Putera, serta President Director PT Freeport Indonesia sekaligus WKU Bidang Hilirisasi Kadin Indonesia Tony Wenas.

Pilar kedua fokus pada perluasan pasar ekspor serta peningkatan daya saing global, menghadirkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi dan Direksi LPEI Anwar Harsono.

Sementara pilar ketiga menyoroti transformasi ekosistem perdagangan melalui digitalisasi, reformasi kebijakan, dan investasi hijau, dengan narasumber Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Ananda dan WKU Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin.

Selain pembahasan pilar, Rakornas juga menggelar diskusi pleno yang membahas program kerja daerah, potensi, serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Acara ini dihadiri jajaran pengurus Kadin Indonesia, termasuk WKUK Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Carmelita Hartoto, WKUK Bidang Pembangunan Manusia Shinta W. Kamdani, serta puluhan Ketua Umum Kadin provinsi, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Selatan.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →