Tahun ini, Waskita Karya Hanya Mampu Kembangkan Ruas Tol Sejauh 1.100 Km

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 21 Juni 2018 - 10:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT), BUMN konstruksi yang tercatat sebagai emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, diperkirakan hanya mampu mengembangkan jalan tol sepanjang 1.100 kilometer (km) pada tahun ini.

“Sebelumnya, kami perkirakan ruas tol yang dapat dikembangkan tahun ini sepanjang 1.315 km. Akan tetapi sekitar 200 km lagi tidak dapat dilakukan karena terhambat pembebasan lahan,” ujar Haris Gunawan, Direktur Keuangan WSKT, di Jakarta, belum lama ini.

Karena itu, demikian Haris, manajemen WSKT akan melakukan kajian bisnis secara menyeluruh terhadap rencana ruas tol sepanjang 200 km tersebut. Ruas tol sejauh 200 km tersebut terdapat di Jawa dan Sumatera.

“Kajian itu rencananya dilakukan oleh konsultan independen agar bisa memperoleh hasil kajian yang komprehensif,” tukas Haris.

Haris juga menuturkan, untuk penyelesaian pembangunan berbagai ruas tol tersebut, perseroan memiliki fasilitas pinjaman hingga bernilai Rp70 triliun. Adapun sebesar Rp40 triliun diantaranya telah direalisasikan untuk membiayai pembangunan ruas tol hingga kini.

“Awal Juni ini, kami baru menandatangani fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri Syariah bernilai Rp2 triliun. Pinjaman itu rencananya digunakan untuk membiayai modal kerja. Di samping itu, kami juga akan mencairkan dana dari proyek turkey bernilai Rp19,5 triliun yang akan jatuh tempo tahun ini,” pungkas Harris. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →