Pembangunan Akses Tol Pattimura Dimulai, Distribusi Logistik Salatiga Diproyeksi Lebih Lancar
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangunan Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga mulai memasuki tahap konstruksi awal setelah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol mendukung proyek konektivitas baru di ruas Tol Semarang–Solo tersebut.
Proyek yang digarap Badan Usaha Jalan Tol PT Trans Marga Jateng sejak April 2026 itu diproyeksikan memperkuat akses menuju pusat Kota Salatiga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi kawasan.
Pemerintah menilai pembangunan akses baru tersebut tidak sekadar menambah infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi katalis pengembangan wilayah dan peningkatan daya saing ekonomi daerah. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan jalan tol memiliki dampak strategis terhadap fondasi ekonomi nasional.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody.
Akses Tol Pattimura telah direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan nilai investasi pekerjaan mencapai Rp113,35 miliar. Infrastruktur tersebut memiliki total panjang 1,66 kilometer yang terdiri atas ramp on sepanjang 661 meter dan ramp off sepanjang 998 meter, termasuk penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.
Saat ini pengerjaan difokuskan pada tahap pembersihan dan perataan lahan sebelum masuk ke pekerjaan struktur utama. Dari total kebutuhan lahan seluas 18.731 meter persegi, progres pembebasan lahan telah mencapai 97,33%, memberikan ruang percepatan menuju tahap konstruksi inti.
Secara teknis, proyek mencakup pembangunan 15 unit box culvert, tiga box underpass, satu secant pile, dan empat dinding penahan tanah. Ramp on dirancang memiliki satu lajur satu arah dengan lebar delapan meter, sedangkan ramp off memiliki dua lajur satu arah dengan lebar 10,15 meter.
Akses Tol Pattimura berada di KM 451–452 ruas Tol Semarang–Solo. Kehadiran akses tersebut akan memangkas pergerakan kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta menuju pusat Kota Salatiga tanpa harus memutar lebih jauh. Adapun kendaraan dari arah Solo dan Surabaya tetap menggunakan Gerbang Tol Salatiga yang saat ini telah beroperasi.
Skema konektivitas baru itu dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas perdagangan, logistik, hingga sektor pariwisata di Salatiga dan wilayah sekitarnya. Pemerintah juga menilai keberadaan akses baru dapat membuka peluang investasi baru seiring meningkatnya aksesibilitas kawasan.
Pembangunan proyek dilakukan dengan standar pelayanan minimal jalan tol melalui prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Pelaksanaan proyek juga terus dikoordinasikan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha jalan tol agar pembangunan berjalan optimal.
Ruas Tol Semarang–Solo sendiri merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola PT Trans Marga Jateng, kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan panjang total mencapai 72,95 kilometer. Kehadiran ruas tersebut selama ini menjadi salah satu tulang punggung distribusi logistik di koridor Jawa sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur nasional.