Produksi Avtur dari Pertamina Cilacap Meningkat

Oleh : Hariyanto | Jumat, 08 Juni 2018 - 18:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Cilacap- Produksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang dari kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mengalami peningkatan, kata General Manager Pertamina RU IV Cilacap Djoko Priyono.

"Produksi avtur kami tinggi karena sebelumya berkisar 1.200--1.300 MB (Mega Barel) per bulan, sekarang menjadi 1.500 MB per bulan dan nanti produksinya akan dinaikkan lagi karena memang kebutuhan avtur cukup banyak," katanya di Cilacap, Kamis (7/6/2018)

Menurut dia, peningkatan produksi avtur akan dilakukan dengan cara mengonversi kerosin atau yang selama ini dikenal dengan sebutan minyak tanah dan sekarang tidak digunakan lagi dalam rumah tangga.

Dalam hal ini, kata dia, kilang-kilang Pertamina yang masih memproduksi kerosin akan mengirimkan produk tersebut ke Pertamina RU IV untuk dikonversi menjadi avtur, salah satunya dari Pertamina RU V Balikpapan yang akan dikirim mulai bulan Juli 2018.

"Itu nanti akan ada tambahan produksi avtur sekitar 600 MB dalam sebulan," jelasnya.

Djoko mengatakan peningkatkan produksi avtur itu bukan dalam rangka Lebaran, melainkan sudah menjadi program Pertamina untuk meningkatkan konversi kerosin ke bahan bakar pesawat terbang (avtur).

Menurut dia, kapasitas maksimal produksi avtur Pertamina RU IV Cilacap sebenarnya mencapai 2.000 MB namun saat sekarang baru sebanyak 1.500 MB.

"Produk avtur ini memiliki pasar karena bisa diekspor namun sampai saat sekarang, sekitar 40 persen konsumsi avtur dalam negeri masih impor. Produksi avtur dalam negeri yang paling besar di sini (Pertamina RU IV Cilacap, red.) dan Pertamina RU VI Balongan, bahkan Cilacap memasok 50 persen kebutuhan avtur nasional," katanya. (Ant)

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →