Netizen Bentuk Komunitas Anti Hoax
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sejumlah netizen atau pengguna internet sepakat membentuk Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax menyusul maraknya informasi berbau fitnah, hasutan maupun hoax di media sosial belakangan ini.
Komunitas tersebut juga berencana untuk mendeklarasikan diri dalam waktu dekat sambil tengah menyusun Piagam Masyarakat Anti Hoax sebagai pedoman berperilaku di media sosial.
"Kami murni dari komunitas masyarakat yang peduli dengan bahaya penyebaran fitnah, hasut dan hoax di media sosial. Kami mewakili keresahan puluhan ribu warga yang kehilangan teman, atau hubungan keluarga menjadi tidak harmonis, akibat sebaran hoax yang bahkan bisa memangsa orang berpendidikan tinggi," kata Judith Lubis, perwakilan Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/11).
Judith menuturkan, komunitas juga membuat rencana jangka panjang yang meliputi roadshow, silaturahmi ke tokoh budaya, tokoh agama, ustadz, alim ulama, tokoh pendidikan, tentang bahaya penyebaran hoax yang ternyata sangat mengancam keutuhan bangsa.
Menurut dia, usulan pembuatan pedoman berperilaku di media sosial sudah dilemparkan ke berbagai pihak, termasuk lembaga negara, termasuk Kepolisian RI di mana audiensi dilakukan pada 23 November 2016.
"Pertemuan itu sebenarnya atas inisiatif kami yang meminta bertemu dan ternyata dikabulkan bahkan ternyata Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri yang menerima," katanya.
Judith bercerita, saat itu pihaknya datang bersama perwakilan komunitas atau organisasi sebagai netizen yang ingin beraudiensi dengan Polri tentang bagaimana memberantas fitnah, hasut dan hoax yang sudah sedemikian parah di media sosial.
"Saat itu, kami hanya ingin menyampaikan Piagam Masyarakat Anti Hoax kepada Polri untuk mendapat masukan," katanya.
Judith menambahkan, dalam acara tersebut Kapolri membuka dengan kegelisahannya tentang betapa rusaknya media sosial Indonesia akibat informasi hoax.
Kapolri merasakan bahwa penyebaran hoax ini sudah sangat tidak terkendali sehingga dia meminta supaya masyarakat turut memadamkan api permusuhan di media sosial.
Beliau mencontohkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sebagai tradisi bangsa dan berharap hal itu bisa diterapkan di dunia maya.
"Kami sangat berterima kasih kepada Kapolri yang telah memberikan kesempatan untuk berdialog demi kebaikan bangsa. Sekaligus kami juga memohon maaf yang sebesar-besanya jika ternyata foto bersama netizen usai pertemuan justru ditafsirkan lain oleh beberapa pihak, meskipun kami bersaksi tidak ada bahasan politik di forum tersebut selain membicarakan bagaimana membersihkan fitnah dan hoax di media sosial," katanya.(Hrb)