Libatkan 50 Perusahaan dan 198 SMK, Menperin Luncurkan Program Pendidikan Vokasi di Palembang

Oleh : Ridwan | Jumat, 11 Mei 2018 - 09:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Palembang, Di tengah era persaingan global saat ini terutama dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci untuk memenangkan kompetisi. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara peluncuran Program Pendidikan Vokasi yang Link and Match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan dan sekaligus peresmian pabrik Pusri 2B dan groundbreaking pabrik NPK di Palembang, Jumat (11/5/2018).

"Dalam mengakselerasi penyediaan tenaga kerja yang tetampil sesuai kebutuhan industri dibutuhkan langkah strategis, salah satunya adalah melalui program pendidikan vokasi ini yang diharapkan akan terjadi percepatan," ujar Airlangga. 

Peluncuran program pendidikan vokasi kali ini memasuki tahap keenam, yang antara lain meliputi Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka - Belitung dan Lampung. Tahap sebelumnya telah dilaksanakan untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Bagian Utara serta DKI Jakarta dan Banten.

"Program ini sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK," kata Menperin.

Di samping itu, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada tahun ini setelah pembangunan infratsruktur. 

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus melakukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu tujuannya, yaitu penguatan pelaksanaan program pendidikan vokasi agar dapat dilakukan secara masif dan terstruktur.

"Pembangunan SDM industri harus terus dilakukan untuk mencapai kualitas tenaga kerja yang kompeten, tidak saja dari aspek keilmuan, tetapi lebih diutamakan penguasaan keterampilan dan attitude dalam bekerja," kata Menperin.

Kemenperin mencatat, untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan, industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi link and match ini sebanyak 50 perusahaan dengan menggandeng hingga 198 SMK.

"Jadi, total sampai tahap keenam, terdapat 618 perusahaan dan 1.735 SMK. Kami memberikan apresiasi terhadap antusias yang besar ini," kata Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan kerja sama sebanyak 290 perjanjian karena satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan industri, sesuai dengan program keahlian di SMK yang terkait dengan sektor industri.

"Selain itu, sebanyak 12 perusahaan memberikan hibah peralatan praktik kepada 110 SMK di Sumatera Bagian Selatan," tutupnya. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →