Kadin: Kebijakan Trump Akan Berpengaruh Daya Ekspor ke Amerika

Oleh : Ridwan | Selasa, 24 Januari 2017 - 13:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dampak kebijakan Presiden AS Donald Trump, dinilai berisiko meningkatkan situasi ketidakpastian global.

Perubahan secara drastis, diyakini akan dilakukan sebagai antitesis kebijakan Barack Obama.  Contohnya, rencana keluarnya AS dari kemitraan Trans Pacific Partenership (TPP), defisit fiskal yang akan diperlebar, program jaminan sosial Obamacare yang terancam dilikuidasi, serta kebijakan perdagangan.

Rencana Trump mengenakan tarif impor 45% terhadap produk dari Tiongkok, jelas mengancam ekspor Indonesia ke Tiongkok.

Untuk menangkal dampak negatif kebijakan Trump, pemerintah harus meningkatkan diplomasi agar AS tetap menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis di peta politik luar negeri dan ekonomi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani melalui siaran persnya di Jakarta (24/1/2017) mengatakan, iklim investasi di Indonesia akan terdampak. Pasalnya, Trump yang dikenal dengan nasionalismenya yang kuat, akan memproteksi perdagangan perusahaan AS dengan membatasi ekspor ke AS, sehingga perusahaan AS lebih diuntungkan. Jika hal itu dilakukan, tentunya bakal memengaruhi daya ekspor ke Amerika.

"Kalau lihat kebijakannya yang national interest itu pasti kepentingan nasionalnya tidak diragukan. Kami harapkan, kebijakan-kebijakannya tidak kontraproduktif terhadap perkembangan perdagangan atau investasi kepada dunia luar," ungkapnya

 Resmi keluar dari Kemitraan Trans Pasifik

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menarik keikutsertaan negaranya dalam Kemitraan Trans Pasifik, Senin waktu setempat, sehingga resmi menjauhkan AS dari sekutu-sekutunya di Asia ketika saat bersamaan pengaruh China tengah meningkat di kawasan ini.

Memenuhi janji kampanyenya untuk mengakhiri keterlibatan Amerika dalam pakta perdagangan yang dibentuk pada 2015 itu, Trump menandatangani keputusan presiden atau executive order di Ruang Oval yang menarik keluar AS dari pakta TPP yang beranggotakan 12 negara itu.

Trump yang ingin menggairahkan lagi sektor manufaktur AS mengatakan  dia akan memburu kesepakatan dagang bilateral dengan negara-negara di dunia yang dengan pola begini AS dapat menghancurkan setiap kesepakatan dagang dalam waktu 30 hari jika negara calon mitra dagang AS melanggar kesepakatan.

"Kita akan menghentikan kesepakatan dagang yang menggelikan yang membuat semua orang di negeri ini lari ke luar negeri dan membawa perusahaan-perusahaan ke luar dari negeri kita," kata Trump dalam pertemuan dengan para pemimpin serikat pekerja di Ruang Roosevelt, Gedung Putih.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →