Dorong Investasi Kawasan Industri, Ketum HKI Ingatkan Empat Unsur Ini!

Oleh : Ridwan | Minggu, 01 April 2018 - 12:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan, terdapat empat unsur yang akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri.

"Ada empat unsur pendorong investasi di kawasan industri," ujar Sanny saat ditemui Industry.co.id beberapa waktu lalu.

Pertama, masalah perizinan karena menyangkut kepastian hukum dan lainnya. Kedua, infrastruktur terkait konektivitas antar daerah. Sehingga jangkauan distribusi dari bahan baku maupun barang jadi bisa lebih cepat.

"Itu kan nantinya berimbas pada peningkatan daya saing karena biaya-biaya yang lebih efisien. Infrastruktur itu jelas, seperti pembangunan pelabuhan-pelabuhan dalam rangka merealisasikan konsep tol laut," terangnya.

Kemudian, lanjutnya, masalah keamanan dalam menyambut tahun politik di Indonesia. "Para investor berharap di tahun 2018-2019 yang mungkin syarat dengan masalah politik benar-benar jangan sampai memberikan dampak kepada mereka yang akan merealisasikan investasinya. HKI juga berharap agar keamanan dan ketertiban dapat dijaga," katanya.

Lebih lanjut, Sanny mengungkapkan, yang tidak kalah pentingnya adalah masalah kebijakan fiskal terkait perpajakan. Menurutnya, harus ada kepastian hukum dan kejelasan terkait pajak.

"Jangan sampai masalah pajak ini menjadikan kecemasan pada pengusaha," imbuhnya.

Sanny berharap realisasi investasi kawasan industri paling tidak jangan lebih rendah dari tahun 2017. Dimana tahun 2017, penjualan lahan kawasan industri kurang lebih sekitar 250 hektar.

"Jadi paling tidak kita berusaha untuk supaya capaian di tahun 2018 tidak menurun," tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menargetkan nilai investasi di kawasan industri akan mencapai Rp250,7 triliun pada tahun 2018.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →