DPR: Demokrasi Transaksional Berpotensi Ancam Independensi Bangsa
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan kegalauannya melihat perkembangan demokrasi di Indonesia yang makin mengarah pada demokrasi transaksional karena berpotensi mengancam independensi bangsa Indonesia.
Bambang Soesatyo mengatakan hal itu dalam sambutannya ketika menghadiri acara peresmian Grha Suara Muhammadiyah, di Yogyakarta, Minggu (25/2/2018) seperti dikutip melalui siaran persnya.
"Saya secara khusus meminta kepada Muhammadiyah untuk mengkaji kembali sistem pemilihan langsung dalam demokrasi kita, terutama dalam pilkada. Apakah lebih banyak manfaatnya atau mudaratnya bagi rakyat," kata Bambang Soesatyo.
Menurut Bambang, demokrasi transaksional yang mulai tidak terkendali jika terus ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikuasai para pemilik modal, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Bisa jadi pada 10 tahun atau 20 tahun ke depan, Indonesia tidak lagi memiliki presiden yang akhiran namanya huruf O, eperti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo. Karena peran para pemilik modal semakin mendominasi," tegasnya.
Pada acara tersebut, Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo juga secara sepontan mendapat penghargaan sebagai warga Muhammadiyah yang ditandai dengan pekamaian baju batik Muhammadiyah berwarna hijau dan syal warna merah bertuliskan "Suara Muhammadiyah".
Bamsoet diberikan penghargaan sebagai warga Muhammadiyah karena pemikiran serta visi dan misinya dinilai sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah.
"Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, walaupun baru hari ini saya dipakaikan baju batik Muhammadiyah," katanya.