Memacu Daya Saing Industri Penopang Sektor Pertanian

Oleh : Arya Mandala | Sabtu, 23 Desember 2017 - 14:58 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kunci kemakmuran sebuah negara sangat ditentukan oleh kekuatan sektor industri pertaniannya.

Pasalnya sektor ini sangat penting dalam menunjang kebutuhan pangan masyarakatnya.

Lebih hebat lagi bila menjadi lumbung pangan dunia, membuat negara tersebut punya daya tawar tinggi dikancah internasional.

Indonesia sebenarnya punya potensi sebagai lumbung pangan dunia karena memiliki lahan pertanian yang luas.

Potensi penambahan lahan juga sangat memungkinkan karena masih terdapat sekitar 20 hektare (ha) lahan rawa belum dijamah, 10 juta hektarnya bisa dikembangkan untuk lahan pertanian maupun perkebunan.

Kemudian, ada juga 1 juta hektare lahan tadah hujan belum digarap. Tapi hanya sebatas potensi, faktanya Indonesia masih menjadi importir hasil pertanian, termasuk beras yang menjadi makanan pokok 240 juta jiwa rakyat.

Kondisi ini tentu tidak boleh berlarut karena itu pemerintah tampaknya mulai bekerja keras dengan ambisi membawa Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Untuk mewujudkan, tentu dibutuhkan concern dari semua pihak termasuk seluruh instansi pemerintah terkait.

Salah satunya Kementerian Perindustrian yang tampaknya cukup intens dalam meningaktakan produktivitas dan daya saing alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Upaya ini juga merupakan bagian dari pengimplementasian program pemerintah yang tertuang di butir Nawa Cita, salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Kami aktif mendorong para pelaku industri termasuk industri kecil dan menengah (IKM) agar terus berkarya dan berinovasi untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sektor lainnya seperti pertanian, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di CV Karya Hidup Sentosa, Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Airlangga, sektor pertanian membutuhkan dukungan dari sektor industri agar kegiatan pertanian lebih efektif dan efisien.

Selain itu, agar kegiatan pertanian juga dapat dilakukan lebih intensif dengan hasil yang lebih besar sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Misalnya, Menperin memberikan apresiasi kepada CV Karya Hidup Sentosa selaku produsen alsintan yang telah mempunyai kemampuan manufaktur terintegrasi dan membuat komponen secara mandiri.

Tidak banyak pabrik yang mempunyai kemampuan seperti ini. Apalagi yang dihasilkan adalah produk yang menunjang pasca panen di pertanian dan perkebunan, ujarnya.

Kemenperin pun berkepentingan untuk terus mendorong pengembangan industri alsintan di Tanah Air.

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo agar mengoptimalkan penciptaan lapangan kerja di daerah utamanya di desa.

Untuk itu, kami mendukung upaya perusahaan ini yang telah menguasai teknologi dalam pengembangan kendaraan pedesaan, tuturnya.

CV Karya Hidup Sentosa yang berdiri sejak tahun 1953 ini produknya telah dikenal masyarakat dengan merek Quick.

Produk unggulannya, yaitu traktor tangan, yang mampu menguasai market share hingga 70 persen di pasar domestik.

Ini dibuktikan dengan tersebarnya produk Quick dari Sabang sampai Merauke dengan didukung lebih dari 450 dealer di seluruh Indonesia.

Dengan jumlah karyawan sebanyak 3.000 orang, perusahaan memiliki kapasitas produksi untuk meghasilkan traktor tangan roda dua hingga mencapai 110 ribu unit per tahun, mesin panen 4.000 unit per tahun, traktor roda empat 600 unit per tahun, alat transportasi 6.000 unit per tahun, serta ferro casting dan steel 7.800 ton per tahun.

Menggunakan lebih dari 100 mesin berteknologi Computer Numeric Control (CNC), menjadikan Quick sangat presisi dan unggul dalam ketahanan.

Tidak heran jika produk ini telah menjelajah tanah pertanian di Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin.

Kemenperin mencatat, berbagai produk Alsintan yang telah mampu diproduksi dalam negeri, antara lain pintu air, pompa air, traktor tangan, mesin pengolah tanah, mesin penebah atau panen, penyemprot tanaman, penyemprot bertekanan, pengabut gendong bermotor (mist blower), pengering, perontok multiguna, pengupas gabah, pengayak (shifter), penyosoh (rice polisher), pemutih, penghancur jerami, pemotong rumput, serta Rice Milling Unit (RMU).

Arya Mandala Lihat semua artikel →