Industri Pembayaran Digital Kian Bergairah, Jalin Catat Pertumbuhan Layanan Digital 38% pada 2025

Oleh : Hariyanto | Selasa, 07 Juli 2026 - 14:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Pertumbuhan industri pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur transaksi yang terintegrasi. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) yang membukukan pertumbuhan segmen layanan digital sebesar 38% sepanjang 2025.

Kenaikan tersebut didorong oleh semakin besarnya kebutuhan industri perbankan, perusahaan teknologi finansial, hingga pelaku ekosistem pembayaran terhadap layanan konektivitas yang mendukung transaksi digital. Capaian tersebut disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang menyetujui laporan kinerja perseroan.

Seiring percepatan digitalisasi sistem keuangan nasional, peran penyedia infrastruktur pembayaran dinilai semakin strategis. Dalam waktu kurang dari satu dekade sejak berdiri pada 2016, Jalin telah menghubungkan lebih dari 105 institusi perbankan dan perusahaan teknologi finansial. Dengan dukungan Holding BUMN Danareksa dalam ekosistem Danantara Indonesia bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., perusahaan terus memperluas kapasitas infrastruktur guna mengakomodasi pertumbuhan volume transaksi digital.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, mengatakan penguatan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan industri pembayaran digital di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat dan pelaku usaha.

"Dalam waktu kurang dari satu dekade, Jalin tumbuh bersama ekosistem pembayaran nasional. Ke depan, fokus Perseroan adalah memastikan infrastruktur pembayaran nasional semakin terhubung, efisien, dan siap menjawab kebutuhan transaksi yang terus meningkat sekaligus mendukung agenda digitalisasi sistem keuangan nasional," ujar Ario.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri, aspek keandalan sistem menjadi faktor utama. Sepanjang 2025, Jalin mampu menjaga tingkat ketersediaan sistem di atas 99,9%, termasuk pada periode puncak transaksi seperti Ramadan, Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru. Modernisasi jaringan ATM Himbara melalui ATM Link juga mengantarkan perusahaan meraih penghargaan Best Retail Payment Technology Initiative in Asia Pacific pada Asian Banker Global Financial Technology Innovation Awards 2025.

Selain memperkuat kapasitas operasional, perusahaan juga terus meningkatkan standar tata kelola. Pada 2025, Jalin memperoleh skor Good Corporate Governance (GCG) dengan predikat Good serta mempertahankan sejumlah sertifikasi internasional, seperti ISO 27001, ISO 27701, ISO 9001, ISO 37001, PCI DSS, dan PCI PIN sebagai upaya menjaga keamanan informasi dan kualitas layanan.

Prospek industri infrastruktur pembayaran juga semakin terbuka setelah pemerintah menunjuk Jalin sebagai penyelenggara Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2025. Penugasan tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran penyedia infrastruktur pembayaran dalam mendukung implementasi kebijakan ekonomi digital sekaligus memperkuat fondasi industri sistem pembayaran nasional.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →