Kolaborasi Lazada-Samsung Perkuat Industri Elektronik, Penjualan TV Melonjak Tiga Digit

Oleh : Hariyanto | Senin, 06 Juli 2026 - 10:57 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Industri elektronik nasional semakin mengandalkan ekosistem perdagangan digital sebagai salah satu motor pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Platform e-commerce kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai saluran distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi industri dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan memperluas penetrasi pasar.

Hal tersebut tercermin dari kemitraan lebih dari 10 tahun antara Lazada Indonesia dan Samsung Indonesia. Kolaborasi kedua perusahaan di ekosistem LazMall menghasilkan pertumbuhan penjualan yang signifikan selama kampanye Lazada 6.6 Super WOW Sale, dengan kategori televisi dan video Samsung mencatat lonjakan penjualan hingga tiga digit dibandingkan hari biasa.

Commercial Director Lazada Indonesia, Erika Agustine, mengatakan ekosistem digital kini menjadi salah satu fondasi penting bagi industri untuk mempertahankan daya saing di tengah pasar yang semakin dinamis.

"Di tengah dinamika pasar saat ini, tantangan terbesar sebuah brand adalah menjaga keberlanjutan bisnisnya. Di sinilah Lazada hadir. Kolaborasi kami dengan Samsung menunjukkan bagaimana ekosistem Lazada dirancang untuk melindungi dan menumbuhkan bisnis mitra kami. Melalui dukungan operasional end-to-end, subsidi yang tepat sasaran, hingga fasilitas Cicilan 0% yang menjaga daya beli konsumen, Lazada memastikan brand dapat terus mempertahankan eksistensinya di pasar dan mencetak pertumbuhan yang sehat," ujar Erika, Senin (6/7).

Lonjakan permintaan terutama terjadi pada produk televisi berlayar besar yang didorong meningkatnya minat masyarakat menyambut pesta sepak bola dunia. Samsung memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan Smart TV 43 inci FHD 2K yang dipasarkan secara eksklusif melalui Lazada. Di sisi lain, penjualan smartphone juga meningkat seiring tingginya permintaan konsumen untuk memperbarui perangkat pada periode pertengahan tahun.

Bagi industri elektronik, tren tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan produsen membaca perubahan permintaan pasar sekaligus menyesuaikan strategi distribusi melalui kanal digital. Selain menghadirkan produk yang relevan, keberhasilan penjualan juga ditopang pengelolaan rantai pasok dan ketersediaan stok selama periode permintaan tinggi.

Samsung menyebut kolaborasi jangka panjang dengan Lazada telah memberikan dukungan operasional mulai dari perencanaan bisnis bersama, pengelolaan inventori, optimalisasi promosi, hingga pengaturan distribusi yang membantu menjaga kelancaran pasokan produk kepada konsumen.

Director of Online Business Samsung Indonesia, Selvia Gofar, menilai daya saing industri elektronik saat ini tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk, tetapi juga kekuatan ekosistem digital yang menopang operasional bisnis.

"Inovasi produk saja tidak cukup; keberlanjutan bisnis membutuhkan ekosistem digital commerce yang tangguh. Kemitraan jangka panjang dengan Lazada memberikan fondasi operasional dan finansial yang penting bagi Samsung untuk memperluas akses teknologi kami ke seluruh konsumen," ujarnya.

Selain memperkuat operasional, Lazada juga mendorong permintaan melalui fasilitas cicilan 0% yang diklaim mengalami kenaikan penggunaan hingga dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Program promosi, produk eksklusif, serta dukungan jaringan Lazada Affiliates juga menjadi bagian dari strategi memperluas pasar bagi industri elektronik.

Ke depan, kolaborasi antara platform digital dan produsen dinilai akan semakin penting dalam menopang pertumbuhan industri elektronik nasional, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku belanja konsumen menuju kanal digital.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →