Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders 2.0 Digelar di Bali, Hadirkan Chef Dunia dan Tokoh Hospitality Internasional

Oleh : Nina Karlita | Selasa, 30 Juni 2026 - 11:24 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - BALI – Nuanu Creative City kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kuliner dan hospitality di Indonesia melalui penyelenggaraan Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders 2.0. 
Konferensi hospitality terbesar di Bali ini akan berlangsung pada 3 Juli 2026 dengan menghadirkan lebih dari 20 pembicara nasional dan internasional dalam satu panggung.

Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini akan mempertemukan restaurateur, chef kelas dunia, operator hospitality, investor, supplier, hingga jurnalis internasional untuk berdiskusi mengenai masa depan industri gastronomi. 

Tak hanya konferensi, Gastronomy Leaders 2.0 juga menghadirkan pameran industri, market stalls, press tour, hingga afterparty eksklusif di DOME Garden.

Lebih dari sekadar forum diskusi, Gastronomy Leaders 2.0 merupakan bagian dari visi besar Nuanu dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi gastronomi berkelas dunia.

Melalui pengembangan Sutala, distrik yang didedikasikan sebagai pusat kuliner, gastronomi, dan gaya hidup, Nuanu ingin menciptakan ekosistem yang tidak hanya menguntungkan satu kawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri kuliner Bali secara menyeluruh.

Penyelenggaraan Gastronomy Leaders menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pelaku industri restoran di Bali untuk berbagi pengalaman, meningkatkan standar industri, memperkuat jaringan, sekaligus bersama-sama merumuskan masa depan gastronomi Pulau Dewata.

Salah satu kekuatan utama Gastronomy Leaders 2.0 adalah kehadiran sejumlah tokoh berpengaruh dari Australia dan kawasan Timur Tengah yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan Bali sebagai destinasi wisata dan kuliner.

Editor Time Out Sydney, Avril Treasure, akan membahas bagaimana Australia memandang perkembangan industri kuliner Bali beserta berbagai peluang yang dapat dikembangkan ke depan.

Sementara itu, Cláudia de Brito dari MENA's 50 Best dan World's 50 Best Middle East akan mengulas besarnya ketertarikan pasar Timur Tengah terhadap Bali sebagai destinasi gastronomi internasional.

Tak kalah menarik, chef berpengalaman Will Meyrick akan berbagi kisah selama dua dekade membangun jaringan restoran di Asia dalam sesi fireside conversation bersama jurnalis kuliner Myffy Rigby.

Beragam perspektif tersebut diharapkan mampu membuka wawasan baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Bali untuk tampil sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di dunia.

Konferensi ini juga menjadi panggung bagi para chef dunia untuk membagikan pengalaman sekaligus menginspirasi generasi baru pelaku industri kuliner Indonesia.

Sejumlah nama besar yang dijadwalkan hadir antara lain Thi Le, Chef-Owner Anchovy Melbourne sekaligus Chef of the Year 2026, Will Goldfarb, peraih World's Best Pastry Chef 2021, hingga chef peraih dua bintang Michelin Syrco Bakker.

Dalam sesinya yang bertajuk "This Is Still Vietnamese", Thi Le akan mengajak para chef untuk tetap menjadikan warisan budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun identitas kuliner mereka, tanpa kehilangan jati diri meski berkarya di berbagai belahan dunia.

Selain menghadirkan chef internasional, Gastronomy Leaders 2.0 juga memberikan ruang bagi para chef lokal, pemilik restoran independen, hingga operator beach club di Bali untuk menceritakan perjalanan mereka membangun bisnis, menghadapi tantangan industri, dan mempertahankan kreativitas di tengah persaingan yang semakin ketat.

F&B Curator Nuanu, Evgenia Golomuz, mengatakan keberhasilan Sutala tidak dapat dipisahkan dari kemajuan ekosistem kuliner Bali secara keseluruhan. Menurutnya, Sutala hanya dapat berkembang bila Bali juga berkembang.

"Kami tidak ingin membangun sebuah destinasi kuliner di tengah industri yang berjalan sendiri. Sebaliknya, kami ingin bertumbuh bersama seluruh ekosistem. Dengan menghadirkan chef-chef terbaik dunia untuk menginspirasi talenta lokal, mengundang media internasional yang berperan membentuk citra Bali di mata dunia, serta mempertemukan seluruh pelaku industri dalam satu ruang," ujar Evgenia.

Menurutnya, Gastronomy Leaders menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh elemen industri untuk saling belajar, membangun relasi, dan membuka peluang kerja sama baru.

Penyelenggaraan Gastronomy Leaders 2.0 merupakan kelanjutan dari edisi perdana yang berlangsung pada Maret 2026. Saat itu, acara berhasil menarik lebih dari 300 peserta dengan menghadirkan 24 pembicara dari berbagai sektor industri hospitality.

Melihat antusiasme tersebut, Nuanu kembali memperluas skala konferensi melalui lebih banyak pembicara internasional, topik yang lebih beragam, serta kesempatan networking yang lebih luas bagi pelaku industri kuliner dan hospitality.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →