Arief Yahya: Tanjung Lesung Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Baru Banten dan Destinasi Wellness Kelas Dunia

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten. Selain mengandalkan sektor pariwisata, kawasan seluas sekitar 1.500 hektare tersebut juga diproyeksikan menjadi penggerak investasi di bidang properti, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata periode 2014–2019, Arief Yahya, menilai Tanjung Lesung telah memasuki fase baru setelah sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau "10 Bali Baru". 

Menurutnya, peningkatan konektivitas dan status sebagai KEK Pariwisata menjadi modal penting untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi berkelas dunia.

Menteri Pariwisata periode 2014–2019, Arief Yahya (dok. MI) 

"Dengan semakin baiknya konektivitas, Tanjung Lesung memasuki fase baru, bukan lagi sekadar destinasi wisata prioritas, melainkan sebuah kawasan ekonomi yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja dalam skala besar," kata Arief Yahya kepada redaksi INDUSTRY.co.id di Jakarta Selasa (23/6/2026).

Bertumpu pada 3 Pilar: Atraksi, Akses, Amenitas

Arief menjelaskan, pengembangan destinasi kelas dunia harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni atraksi, akses, dan amenitas. Dari sisi atraksi, Tanjung Lesung memiliki keunggulan berupa garis pantai berpasir putih sepanjang sekitar 15 kilometer, panorama Selat Sunda, serta kedekatan dengan Gunung Krakatau dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Selain itu, kawasan tersebut menawarkan beragam aktivitas wisata mulai dari olahraga air, snorkeling, diving, hingga wisata budaya dan petualangan. Keberadaan kawasan konservasi di sekitarnya juga memperkuat citra Tanjung Lesung sebagai destinasi berbasis alam dan keberlanjutan.

Dari sisi aksesibilitas, penyelesaian Jalan Tol Serang-Panimbang dipandang sebagai faktor pengubah permainan atau game changer karena memangkas waktu tempuh dari Jakarta menjadi sekitar dua hingga tiga jam. Pengembangan akses laut dan moda transportasi lainnya juga diyakini akan meningkatkan daya saing kawasan tersebut.

Sementara dari aspek amenitas, Tanjung Lesung telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti hotel, resor, vila, beach club, dan marina. Potensi pengembangan taman hiburan hingga pusat kesehatan juga terbuka lebar, ditambah dengan berbagai insentif fiskal dan kemudahan investasi yang diberikan pemerintah.

"Ketika ketiga unsur tersebut berkembang secara seimbang, Tanjung Lesung berpotensi menjadi destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi pusat investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten," ujar Arief.

Bidik Segmen Premium Wellness

Lebih jauh, Arief mendukung gagasan pendiri Jababeka sekaligus Presiden Direktur PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, yang memproyeksikan Tanjung Lesung sebagai Premium Wellness Destination

Menurutnya, tren global saat ini bergerak menuju era longevity economy, ketika populasi lanjut usia yang sehat dan memiliki daya beli tinggi mencari destinasi yang mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

"Tanjung Lesung memiliki hampir semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wellness kelas premium," ujarnya.

Keunggulan tersebut antara lain lingkungan alami dengan udara bersih, iklim tropis yang nyaman sepanjang tahun, kedekatan dengan Jakarta dan pasar internasional, biaya hidup yang kompetitif, serta potensi pengembangan fasilitas kesehatan, spa, anti-aging, rehabilitasi, hingga komunitas senior premium.

Arief menilai Tanjung Lesung berpeluang membangun posisi berbeda dibanding Bali. Jika Bali dikenal sebagai destinasi budaya dan rekreasi, Tanjung Lesung dapat berkembang menjadi "Indonesia's Next Premium Wellness & Longevity Destination".

Simbol Transformasi Ekonomi

"Tanjung Lesung bukan sekadar kawasan wisata. Ia adalah simbol transformasi ekonomi Banten dan Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur, status KEK, serta visi yang jelas sebagai destinasi kelas dunia dan pusat wellness premium, Tanjung Lesung memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Banten," ujar Arief.

Ia menambahkan, kawasan tersebut tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →