INDUSTRY.co.id - Jakarta - Banyak orang melihat keberhasilan Cikarang hari ini sebagai sesuatu yang terjadi secara alami. Padahal kenyataannya tidak demikian. Cikarang tidak dibangun hanya dengan menjual tanah industri. Yang dibangun adalah sebuah ekosistem lengkap: kawasan industri, perumahan, sekolah, universitas, rumah sakit, lapangan golf, pusat komersial, infrastruktur, utilitas, dan komunitas internasional yang saling mendukung.

Advertisement

Hal tersebut di ungkapkan oleh Founder sekaligus Direktur Utama Jababeka, Setyono Djuandi Darmono atau SD Darmono. Dirinya mengungkapkan bahwa prinsip yang sama berlaku untuk KEK Tanjung Lesung di Banten.

Menurutnya, Tanjung Lesung tidak akan berhasil hanya dengan membangun hotel, resort, atau menjual vila. Yang harus dibangun adalah ekosistem pariwisata yang lengkap. 

Advertisement

"Hotel, restoran, marina, desa wisata, pusat budaya, fasilitas kesehatan, pusat kebugaran, kawasan pensiun, kegiatan olahraga, atraksi wisata, UMKM, transportasi, dan sumber daya manusia harus berkembang bersama-sama," ungkap Darmono. 

Darmono menyebut, kehadiran Mövenpick, pengembangan Desa Wisata Cikadu, pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang, wisata Krakatau, Ujung Kulon, Baduy, Banten Lama, serta berbagai investasi baru bukanlah proyek yang berdiri sendiri. Semuanya merupakan bagian dari ekosistem yang sedang bertumbuh.

Advertisement

"Seperti ketika membangun Cikarang, kita tidak memiliki semua jawaban sejak awal. Kita membangun sambil belajar, memperbaiki, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Inilah yang saya sebut dalam buku saya sebagai Building a Ship While Sailing," ungkapnya. 

Darmono memberikan perumpamaan, sebuah kapal tidak menunggu sempurna di galangan sebelum berlayar. Ia dibangun sambil berlayar menuju tujuan. Demikian pula Tanjung Lesung. 

Advertisement

"Kita tidak perlu menunggu semua fasilitas lengkap baru bergerak. Yang penting adalah memiliki visi yang jelas, arah yang benar, dan konsistensi untuk terus membangun ekosistemnya tahap demi tahap," ungkapnya. 

"Saya percaya masa depan Tanjung Lesung tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai kawasan kehidupan (lifestyle destination) yang mengintegrasikan pariwisata, budaya, pendidikan, kesehatan, olahraga, wellness, retirement living, dan ekonomi kreatif," sambung Darmono. 

Jika ekosistem ini berhasil dibangun, kata Darmono, maka Tanjung Lesung akan menjadi bagi Banten apa yang Cikarang telah menjadi bagi industri Indonesia: sebuah pusat pertumbuhan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.