Tol Jadi, Jababeka Siapkan Tanjung Lesung sebagai Destinasi Pariwisata dan Budaya Bertaraf Internasional

Oleh : Hariyanto | Minggu, 10 Mei 2026 - 18:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - BANTEN – PT Jababeka Tbk (KIJA) menyatakan kesiapan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sebagai destinasi pariwisata dan budaya bertaraf internasional, seiring progres pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang yang akan meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan tersebut.

Founder Jababeka, S.D. Darmono, mengatakan bahwa Tanjung Lesung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat wisata maritim, budaya, dan spiritual di Indonesia bagian barat.

“Dengan konektivitas yang semakin baik dan dukungan kebijakan yang tepat, Tanjung Lesung memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Darmono di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, pengembangan Tanjung Lesung tidak hanya berfokus pada resort dan pantai, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, berbasis budaya, sejarah, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, Jababeka tengah mengkaji kemungkinan pembangunan kawasan budaya bertema Kesultanan Banten yang terinspirasi dari kejayaan maritim Banten abad ke-17. Kawasan tersebut nantinya dapat mencakup unsur arsitektur tradisional, museum maritim, pusat seni budaya, serta pertunjukan sejarah dan kebudayaan Banten.

“Kami ingin memperkenalkan kembali sejarah dan peradaban Banten kepada generasi muda Indonesia maupun wisatawan internasional, dengan pendekatan yang edukatif dan menarik,” kata Darmono.

Ia menambahkan bahwa sejarah Kesultanan Banten memiliki nilai penting dalam jaringan perdagangan dunia pada masanya, termasuk hubungan dengan Eropa, Timur Tengah, India, dan China.

Jababeka juga melihat potensi Tanjung Lesung untuk menarik wisatawan dari berbagai negara Asia maupun kawasan lainnya, terutama wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam, budaya, wellness, dan spiritual tourism.

Dalam jangka panjang, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan investasi sektor pariwisata,
  • Membuka lapangan kerja,
  • Menggerakkan UMKM lokal,
  • Serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Banten Selatan.

“Pengembangan kawasan wisata membutuhkan proses bertahap dan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, swasta, masyarakat, dan mitra internasional. Kami ingin membangun fondasi yang kuat agar Tanjung Lesung berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tutup Darmono.