Anak Usaha META Terapkan Diskon Tarif Tol 10% untuk Transaksi Non-Tunai

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 28 Agustus 2017 - 11:45 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Margautama Nusantara (MUN), anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) yang mengoperasikan satu ruas tol di Serpong, Provinsi Banten dan dua ruas tol ti Makassar, Sulawesi Selatan, menerapkan potongan harga (diskon tarif tol) sebesar 10% bagi pengguna jalan tol di ketiga ruas tol tersebut secara non-tunai atau menggunakan uang elektronik di jalan tol yang dikelola anak usaha MUN.

“Pembelakuan diskon tarif tol tersebut akan dilaksanakan sepanjang periode dari 28 Agustus 2017 hingga 10 September 2017. Untuk ruas tol di Serpong, diskon tarif tol tersebut berlaku dari 28 Agustus hingga 3 September 2017. Adapun untuk kedua ruas tol di Makassar, ketentuan tersebut berlaku pada periode 4-10 September 2017,” papar Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs META, di Jakarta, Senin (28/08/2017).

Deden mengemukakan, MUN, melalui PT Bintaro Serpong Damai (BSD), mengoperasikan satu ruas tol di Serpong pada saat ini. Sedangkan di Makassar, MUN melalui PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) mengoperasikan dua ruas tol.

Deden menjelaskan, diskon tarif tol 10% diberlakukan untuk ruas tol BSD, yaitu Gerbang Tol Pondok Aren dan Gerbang Tol Pondok Ranji dari 28 Agustus 2017-3 September 2017. Uang elektronik (UNIK) yang dapat digunakan untuk transaksi non-tunai ini adalah Kartu Brizzi dari BRI, TapCash dari BNI, E-Money dan E-Toll dari Mandiri serta Blink dari BTN.

Sementara itu, demikian Deden, diskon tarif tol 10% diberlakukan untuk ruas tol yang dioperasikan Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), terutama untuk berbagai gerbang tol, yaitu Gerbang Tol (GT) Cambaya, GT Kalukubodoa, GT Tamalanrea, GT Parangloe, GT Bringkanaya, GT Ramp Bira Barat, GT Ramp Bira Timur, GT Ramp Tallo Timur dan GT Ramp Tallo Barat.

“Adapun uang elektronik yang dapat digunakan untuk bertransaksi non-tunai di berbagai gerbang tol di Makassar tersebut adalah Kartu Flazz dari BCA, TapCash dari BNI, Brizzi dan BRI dan E-Money dari Mandiri,” tukas Deden.

Deden menuturkan, pemberlakuan diskon tarif tol untuk transaksi non-tunai tersebut bertujuan untuk meningkatkan layanan transaksi kepada pengguna jalan tol. Pasalnya, transaksi non-tunai tersebut akan lebih cepat karena tidak ada lagi penghitungan dan pengembalian uang sehingga dapat memperpendek antrian serta memperkecil kemungkinan terjadinya kemacetan di berbagai gerbang tol. Karena itu, transaksi di gerbang tol akan lebih cepat dan praktis dengan menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran.

Disamping itu, menurut Deden, program diskon tarif tol tersebut dilaksanakan perseroan sebagai salah satu upaya untuk mendukung penuh program Gerakan Nasional Non Tol (GNNT) yang telah dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu. Langkah ini diharapkan dapat membuat lebih banyak pengguna jalan tol untuk berpindah ke transaksi non-tunai.

“Program diskon tarif tol untuk transaksi non-tunai tersebut juga sejalan dengan penerapan 100% transaksi non-tunai di jalan tol yang mulai berlaku pada Oktober 2017 agar masyarakat merasakan bahwa transaksi dengan uang elektronik lebih efisien dan efektif,” pungkas Deden. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →