Belanja Konsumen Bergeser ke Produk Premium, Penjualan Lazada Melonjak 50% di Kuartal I 2026

Oleh : Hariyanto | Jumat, 01 Mei 2026 - 16:57 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Lazada mencatat perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia pada awal 2026. Di tengah tekanan daya beli yang masih menjadi perhatian pelaku usaha, konsumen justru mulai mengalihkan belanja ke produk bernilai lebih tinggi dengan pertimbangan kualitas, keaslian, dan manfaat jangka panjang.

Data internal Lazada menunjukkan penjualan pada kuartal I 2026 tumbuh hampir 50% secara tahunan. Kenaikan ini mencerminkan pergeseran perilaku konsumen yang tidak lagi semata berburu harga murah, tetapi mulai lebih selektif dalam memilih produk, terutama di segmen premium.

Salah satu motor utama pertumbuhan datang dari kategori kecantikan. Segmen ini mencatat lonjakan penjualan signifikan, memperlihatkan meningkatnya keberanian konsumen membeli produk skincare premium melalui kanal digital.

Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menilai tren tersebut menjadi indikator bahwa pasar e-commerce mulai bergerak ke fase yang lebih matang. Menurutnya, konsumen kini lebih rasional dalam berbelanja dan mulai menghitung nilai jangka panjang dari produk yang dibeli.

“Pelanggan tidak lagi semata berorientasi pada harga murah, tetapi semakin mempertimbangkan manfaat jangka panjang dari produk yang mereka beli. Melalui ekosistem tepercaya seperti LazMall dengan jaminan produk autentik dan berkualitas, kami ingin membantu pelanggan mengakses produk bernilai lebih tinggi dan premium secara lebih mudah dan cerdas,” ujar Amelia dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).

Fenomena ini terlihat jelas pada performa brand premium di platform Lazada. Salah satunya Laneige, merek skincare asal Korea Selatan yang memanfaatkan kanal digital untuk memperluas penetrasi pasar di Indonesia.

Manajemen Laneige menyebut pertumbuhan konsumen aspiratif di Lazada ikut menopang ekspansi bisnis perusahaan. Bahkan pada puncak kampanye Ramadan di kuartal I 2026, penjualan Laneige melonjak hingga 20 kali lipat dibandingkan hari normal.

Brand General Manager Laneige Indonesia, Amanda Tiffany Karta, mengatakan transformasi perilaku konsumen digital semakin menguntungkan brand premium yang mengandalkan kualitas produk.

“Kami melihat pelanggan semakin mengutamakan kualitas dan bersedia berinvestasi pada produk skincare yang relevan untuk kebutuhan mereka. Melalui kemitraan dengan Lazada, kami dapat menghadirkan akses yang lebih mudah ke produk Laneige yang autentik, sekaligus memberikan nilai tambah melalui penawaran eksklusif,” kata Amanda.

Di sisi lain, perubahan perilaku belanja ini juga menggeser fungsi e-commerce dari sekadar platform transaksi menjadi ekosistem layanan yang lebih komprehensif. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan pilihan produk, tetapi juga aspek pengalaman belanja, mulai dari rekomendasi yang relevan, program loyalitas, hingga layanan purna jual.

Lazada mencoba menangkap perubahan ini lewat penguatan teknologi personalisasi berbasis kecerdasan buatan melalui fitur Lazzie, yang memungkinkan pelanggan mendapatkan rekomendasi produk sesuai kebutuhan. Perusahaan juga mengoptimalkan program loyalitas Lazada Membership untuk meningkatkan retensi pelanggan melalui voucher eksklusif, fasilitas pengembalian gratis hingga 60 hari, dan layanan prioritas.

Amelia menilai tren kenaikan transaksi produk premium membuka peluang baru bagi brand untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen, bukan sekadar mengejar volume penjualan.

“Kehadiran brand ternama seperti Laneige di LazMall menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi, mulai dari jaminan keaslian produk, aktivasi promosi, hingga edukasi yang membantu pelanggan memahami manfaat produk premium yang mereka pilih,” tutup Amelia.

Perubahan pola konsumsi ini menjadi sinyal penting bagi industri e-commerce nasional. Ketika konsumen mulai menempatkan kualitas di atas harga, pelaku platform dan brand dituntut memperkuat kepercayaan serta pengalaman belanja untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah kompetisi digital yang semakin ketat.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →