Jababeka Gandeng Raksasa China, Bangun “Pintu Masuk” Investasi Baru RI–Tiongkok

Oleh : Ridwan | Kamis, 23 April 2026 - 18:53 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Pengembang kota mandiri berbasis industri, PT Jababeka Tbk (Jababeka Group), resmi menggandeng China Silk Road Group Ltd untuk membentuk China–Indonesia Innovation & Cooperation Center. 

Kolaborasi ini digadang-gadang menjadi “pintu masuk” baru bagi arus investasi, perdagangan, dan kerja sama industri antara Indonesia dan Tiongkok.

Penandatanganan kemitraan strategis tersebut dilakukan oleh Founder and Chairman PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi (SD) Darmono dan Chairman China Silk Road Group Ltd Lijin Yan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pusat kolaborasi ini dirancang sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan kebutuhan investasi lintas negara dengan kesiapan ekosistem industri di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu memfasilitasi ekspansi perusahaan Tiongkok ke Tanah Air, sekaligus membuka jalan bagi produk Indonesia menembus pasar Tiongkok.

Darmono mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di Asia Tenggara.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan perusahaan yang masuk ke Indonesia mendapatkan dukungan komprehensif, mulai dari perizinan hingga koneksi rantai pasok lokal,” ujar Darmono.

Ia juga menilai peluang ekspor ke Tiongkok semakin terbuka lebar melalui inisiatif ini.

“Produk-produk Indonesia memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar global, khususnya Tiongkok. Ini bagian dari upaya menciptakan kerja sama yang seimbang,” katanya.

Sementara itu, Lijin Yan menyebut pembentukan pusat kerja sama ini hadir di momentum “fase emas” hubungan Indonesia–Tiongkok yang kini berkembang pesat, khususnya di sektor ekonomi digital dan inovasi industri.

Menurut dia, kombinasi kekuatan kedua negara akan menciptakan sinergi besar, mengingat Indonesia memiliki pasar luas dan kebutuhan transformasi industri, sementara Tiongkok unggul dalam teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika, dan digitalisasi.

“Pusat ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan teknologi, industri, dan pasar kedua negara, sekaligus mendorong kolaborasi ekonomi digital yang berdampak luas,” ujar Lijin Yan.

Ke depan, kerja sama difokuskan pada tiga sektor utama, yakni ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), serta robotika dan manufaktur cerdas. Implementasinya mencakup berbagai bidang, mulai dari layanan kesehatan cerdas, pabrik pintar, kota pintar, hingga pertanian modern dan keuangan digital.

Sebagai bagian dari strategi, kedua pihak juga akan mengembangkan forum bisnis, pameran, hingga penguatan sistem logistik dan rantai pasok untuk meningkatkan efisiensi perdagangan bilateral.

Tak hanya itu, showroom Innovation & Cooperation Center juga akan dibangun di Beijing dan Jakarta sebagai sarana promosi bersama.

Sebagai langkah awal, proyek percontohan (anchor projects) akan segera digarap, termasuk pengembangan Jababeka Digital Park seluas 500 hektar yang rencananya diumumkan dalam World Digital Economic Forum di Beijing pada Juli 2026.

Melalui kerja sama ini, Jababeka dan China Silk Road Group berharap dapat menciptakan dampak nyata bagi dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →