Setahun Prabowo-Gibran: Petani Tajir, Pupuk Turun, Indonesia Stop Impor Beras!

Oleh : Ridwan | Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai membawa perubahan signifikan bagi sektor pertanian nasional. 

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat kemandirian pangan melalui reformasi produksi, distribusi pupuk bersubsidi, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil dalam webinar “Kebijakan Pertanian Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo” yang digelar Tabloid Sinar Tani secara daring, Rabu (29/10).

Menurut Ali Jamil, sektor pertanian memasuki fase transformasi besar, ditandai capaian produksi beras nasional.

“Produksi beras tahun ini mencapai 34 juta ton dengan stok cadangan 4,2 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Indonesia tidak lagi impor beras medium,” ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah menetapkan peta jalan swasembada pangan berkelanjutan guna menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga.

Reformasi tata kelola pupuk bersubsidi menjadi salah satu fokus utama melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Aturan ini menyederhanakan 145 regulasi menjadi satu sistem terpadu.

“HET pupuk subsidi turun hingga 20 persen dan distribusi lebih sederhana serta transparan. Penyaluran dilakukan langsung ke titik serah di tingkat petani,” kata Ali Jamil.

Direktur Pupuk Ditjen PSP Kementan Jekvy Hendra mencatat tingginya respons petani terhadap penurunan harga pupuk.

“Penebusan pupuk melonjak mencapai 72–78 ribu petani per hari sejak 22 Oktober,” katanya.

PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk aman dengan cadangan lebih dari 1,1 juta ton.

Kesejahteraan Petani Meningkat

Nilai Tukar Petani (NTP) kini berada di angka 124,36, tertinggi sepanjang sejarah, seiring peningkatan mekanisasi pertanian hingga 2,1 HP per hektare.

“Transformasi pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi martabat dan kemakmuran petani,” tegas Ali.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sidi Asmono menyebut perubahan ini sangat dirasakan petani.

“Harga pupuk turun, harga gabah naik, dan Bulog menyerap cepat. Petani kembali tersenyum,” ujarnya.

SVP Strategi Penjualan PT Pupuk Indonesia, Asep Saepul Muslim menyebut, sistem distribusi pupuk kini lebih efisien lewat program IPUBERS. Perusahaan mengoperasikan 129 rute distribusi dan lebih dari 509 gudang di seluruh Indonesia.

Sementara itu Guru Besar IPB, Sahara menyampaikan bahwa sektor pertanian tumbuh 3,44 persen, melewati target RPJMN sebesar 2,2 persen.

“Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan berkelanjutan melalui teknologi, efisiensi pasokan, dan regenerasi petani muda,” katanya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →