Anak Usaha Bayan Resources Dirikan Perusahaan Batu Bara

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 26 Juli 2017 - 11:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – BR I Pte. Ltd, anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan pemasaran batu bara serta jasa manajemen dan konsultasi pertambangan batu bara bernama Bayan Resources Asia Pte. Ltd. Perusahaan baru tersebut akan berkedudukan di Singapura.

Bayan Resources Asia memiliki modal disetor sebesar US$100 juta dengan jumlah saham sebanyak 100 unit saham. BR I Pte Ltd menguasai 100% kepemilikan saham di perusahaan baru tersebut.

“Pendirian perusaha baru ini tidak berdampak secara material terhadapp kegiatan operasional PT Bayan Resources Tbk selaku induk usaha,” ujar Jenny Quantero, Direktur BYAN, di Jakarta, Rabu (26/07/2017).

Pada triwulan pertama 2017, BYAN meraih laba US$55,96 juta dibandingkan kerugian sebesar US$1,36 juta di periode yang sama pada 2016. Perseroan berhasil membukukan laba pada triwulan pertama tahun ini berkat lonjakan pendapatan menjadi US$187,46 juta dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar US$93,92 juta.

Menurut manajemen BYAN, penjualan batubara sepanjang Januari-Maret 2017 merupakan kontributor terbesar bagi penjualan konsolidasi perseroan, yaitu mencapai US$180,64 juta. Sementara itu, pendapatan sisanya sebesar US$6,82 uta berasal dari penjualan non-batubara, yakni jasa kontraktor, perdagangan, pengangkutan dan bongkar muat.

“Penjualan batubara pada triwulan pertama tahun ini untuk pasar ekspor masih lebih tinggi dibanding untuk pasar domestik. Nilai ekspornya mencapai US$167,45 juta,” pungkas Jenny. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →