Laba Melonjak 78%, GMFI Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diversifikasi dan Ekspansi

Oleh : Candra Mata | Kamis, 11 Juni 2026 - 09:59 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid. Dalam paparan publik yang digelar secara daring pada 10 Juni 2026, perseroan mengungkapkan sejumlah capaian operasional dan keuangan sepanjang Januari–Mei 2026 sekaligus memaparkan strategi pertumbuhan untuk menghadapi peluang besar di industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

Pada kuartal pertama 2026, GMFI membukukan pendapatan sebesar USD114,94 juta atau tumbuh 20,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan pendapatan tersebut, laba berjalan perseroan melonjak 78,28% secara tahunan menjadi USD6,76 juta.

Manajemen menyebut pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh strategi ekspansi pasar, peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, serta optimalisasi operasional yang dijalankan melalui berbagai program perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Dari sisi industri, GMFI melihat prospek yang semakin menjanjikan. Industri MRO global dinilai telah pulih sepenuhnya dari dampak pandemi dengan nilai pasar mencapai lebih dari USD114 miliar pada 2024 dan diperkirakan terus berkembang hingga USD156 miliar dalam satu dekade mendatang.

Pertumbuhan tersebut memunculkan fenomena yang dikenal sebagai MRO Supercycle, yakni kondisi ketika tingginya utilisasi pesawat dan bertambahnya usia armada global mendorong lonjakan kebutuhan perawatan pesawat di tengah keterbatasan kapasitas industri MRO dunia.

Di pasar domestik, prospek juga dinilai sangat menarik. Indonesia diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada 2030, dengan jumlah armada nasional yang diperkirakan meningkat dari sekitar 600 unit saat ini menjadi 974 unit pada 2034. 

Kondisi ini berpotensi mendorong kebutuhan layanan MRO nasional hingga mencapai USD2,1 miliar pada 2034, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen engine maintenance, component maintenance, dan line maintenance.

Selain sektor penerbangan komersial, GMFI juga melihat peluang pertumbuhan dari pasar pertahanan. Program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional, termasuk pengoperasian Airbus A400M dan Hercules C-130J, membuka ruang ekspansi baru bagi perseroan dalam layanan perawatan pesawat militer.

Untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, GMFI menempatkan pengelolaan risiko sebagai salah satu fokus utama. Perseroan terus mengurangi ketergantungan pada pelanggan grup melalui perluasan basis pelanggan non-grup, baik dari sektor domestik, internasional, pemerintahan, maupun pertahanan.

Di sisi operasional, alokasi kapasitas hanggar dan workshop dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat profitabilitas serta nilai strategis jangka panjang. Sementara dari sisi keuangan, GMFI memperkuat disiplin likuiditas melalui peningkatan konversi kas, pengelolaan modal kerja yang lebih ketat, pengendalian liabilitas, serta penguatan struktur ekuitas.

Menghadapi fase pertumbuhan berikutnya, perseroan mengandalkan sejumlah katalis utama, mulai dari pertumbuhan struktural industri penerbangan dan MRO, posisi GMFI sebagai pemain MRO regional, tren pemulihan kinerja yang berlanjut sejak 2025, hingga diversifikasi bisnis melalui sektor Government & Defense, ekspansi Timur Tengah, pengembangan Aerospace Park, dan perluasan kapasitas hanggar di Pondok Cabe.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, GMFI mulai mengoperasikan fasilitas maintenance baru di Bandar Udara Pondok Cabe melalui kerja sama dengan PT Pelita Air Service. Fasilitas tersebut akan melayani perawatan pesawat turboprop, ATR, dan rotary wing seperti Bell-412, sekaligus mengoptimalkan kapasitas hanggar utama di Cengkareng untuk perawatan pesawat jet.

Perseroan juga melanjutkan langkah ekspansi internasional melalui pengembangan fasilitas hanggar MRO di kawasan Middle East and Africa (MEA) dengan skema joint venture. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas basis pelanggan internasional sekaligus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas operasional.

Di sisi pengembangan industri nasional, GMFI bersama Kementerian PPN/Bappenas dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) terus mengembangkan proyek Aerospace Park yang telah memulai tahap pembangunan sejak Desember 2025. Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dirgantara nasional pada masa mendatang.

Tak hanya memperkuat bisnis inti MRO, GMFI juga memperluas portofolio usaha melalui pengembangan bisnis aerostructure dan manufaktur komponen pesawat. Dengan dukungan kapabilitas engineering, fasilitas produksi, dan sertifikasi AS9100, perseroan menargetkan peningkatan partisipasi dalam rantai pasok industri dirgantara global.

Diversifikasi juga dilakukan pada sektor non-aviasi melalui pengembangan bisnis Industrial Solutions dan Power Services. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari pelanggan non-grup melalui perluasan peluang usaha, akuisisi yang selektif, serta peningkatan kontrak berulang yang mampu menjaga stabilitas pendapatan jangka panjang.

Sementara pada segmen Government & Defense, GMFI mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk penyelesaian perawatan helikopter Bell 412 milik TNI AD serta dua pesawat VIP Boeing 737-800 milik pemerintah. Memasuki 2026, kapabilitas perawatan pesawat militer juga diperluas dari C-130J Hercules menjadi Airbus A400M dan Boeing 737 Series sebagai bagian dari dukungan terhadap program modernisasi alutsista nasional.

Dengan prospek industri yang tetap positif, berbagai proyek ekspansi yang tengah berjalan, serta disiplin pengelolaan risiko dan likuiditas, GMFI optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang 2026 dan terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →