Kebutuhan atau Keinginan? 6 Fitur Jenius Ini Bantu Wujudkan Rencana Liburan

Oleh : Hariyanto | Jumat, 03 November 2023 - 19:39 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Setelah sibuk dengan rutinitas kerja, tak dipungkiri bahwa liburan menjadi solusi jitu untuk menghilangkan penat. Terlebih dengan memburukmya kualitas udara di kota Jakarta, liburan bisa menjadi obat bagi sebagian kalangan. 

Sayangnya, rencana liburan terkadang tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, apalagi jika bicara anggaran yang menjadi ganjalanya. Bahkan tak sedikit orang yang menunda atau mebatalkan rencana liburan yang sudah matang agar kantong mereka tidak jebol. Meski begitu, sebagian orang ada yang memaksakan untuk liburan meski kantong kosong sepulang dari liburan. 

"Liburan itu kebutuhan atau keinginan? Bicara keuangan, topik utamanya adalah menempatkan setiap aspek pengeluaran dalam posisi apakah kebutuhan atau keinginan. Karena dua posisi ini sangat menentukan dalam posting anggaran," kata Certified Financial Planner OneShildt, Imelda Tarigan dalam kelas finansial Jenius, Kamis (2/11/2023).

Maka dari itu, kata Imelda, ada baiknya menentukan arah sebelum menyusun anggaran. Menurutnya, tujuan hidup seseorang dapat menentukan arah alokasi anggaran keuangannya. Termasuk menentukan apakah liburan termasuk dalam bagian kebutuhan atau keinginan.

"Ini jadi kata kunci penghubung aktivitas dengan cash flow. Pertama kali kalau mau membuat suatu anggaran gak bisa lepas dari pertanyaan apa cita-cita hidupmu? Ini adalah keyword, seseorang harus tahu tujuan hidupnya. Kemudian baru menentukan, liburan ini masuk tujuan hidup yang mana. Kalau liburan sama sekali tidak ada di dalam cita-cita hidup, maka itu masuk keinginan bukan kebutuhan," ujar Imelda.

Jika liburan menjadi sebuah menjadi kebutuhan, maka butuh anggaran untuk bisa mewujudkannya. Imelda membuat alokasi anggaran sederhana dengan membagi pemasukan ke dalam empat pos berbeda.Rinciannya, 10 persen pemasukan dianggarkan untuk kebutuhan sosial dan ibadah. Lalu 20 persen pemasukan diarahkan pada pos investasi, tabungan, dan asuransi.

Selanjutnya, 30 persen pemasukan dialokasikan untuk anggaran membayar utang dan 40 persen pemasukan mengarah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Liburan itu kalau bukan menjadi cita-cita, berarti hanya keinginan saja. Jadi kita tahu posisinya dimana, maka mimpi kita tidak akan buyar. Karena mimpi bisa buyar kalau bawah sadar kita sangat besar, terutama untuk mewujudkan keinginan liburan. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Misalnya FOMO, gengsi, dendam masa lalu, takut ditinggal teman, jaga image atau meniru idola," jelas Imelda.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Digital Banking Partnership Head Bank BTPN, Febri Rusli menjelaskan  Jenius sebagai bank digital memiliki enam fitur relevan untuk membantu penggunan dana sebelum atau saat liburan. "Enam fitur yang paling relevan buat traveling di Jenius itu Save It, Saldo Mata Uang Asing, kartu debit (m-Card), kartu kredit, Jenius QR, dan Flexi Cash," kata Febri.

Fitur Save It bisa digunakan ketika merencanakan anggaran liburan. Yakni dengan menyicil tabungan untuk liburan, yang bisa diatur mulai dari target tabungan hingga periode menabung (harian, mingguan, bulanan). Lalu, fitur Saldo Mata Uang Asing bisa digunakan untuk membeli mata uang tempat negara liburan. 

Saat ini tersedia 9 mata uang asing lewat aplikasi Jenius. Yakni dolar AS, dolar Singapura, dolar Australia, dolar Hong Kong, pound terling Inggris, yen Jepang, Euro, yuan China, dan baht Thailand.

"Kamu bisa beli sebelum berangkat sehingga sesampainya di sana kamu hanya tinggal menghubungkan dengan m-Card Jenius untuk tarik tunai dan bertransaksi di jaringan Visa," jelas Febri.

Jenius adalah sebuah aplikasi perbankan digital. Aplikasi ini membantu penggunanya melakukan aktivitas finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan serta memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank. Semua dilakukan dari satu tempat, dari ponsel, baik yang berbasis Android maupun iOS. 

Aplikasi ini diluncurkan oleh Bank BTPN pada 11 Agustus 2016, setelah menjalani masa pengembangan selama 18 bulan dengan total nilai investasi Rp500 miliar. Dalam operasinya, Jenius terkoneksi dengan ekosistem perbankan nasional dan sistem pembayaran internasional melalui kartu debit Visa dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →