Bawaslu Sebut Kerawanan di Medsos Didominasi Ujaran Kebencian

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 01 November 2023 - 13:31 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Bogor-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan indeks kerawanan pemilu dari hasil analisa media sosial (medsos) didominasi ujaran kebencian. Sebanyak 50% kerawanan yang ditemukan terkait hal tersebut.

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyebut, potensi kerawanan kedua, yakni kampanye bermuatan hoaks atau berita bohong sebanyak 30%. Kemudian, kerawanan ketiga yakni kampanye bermuatan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) sebanyak 20%.

"Artinya potensi kerawanan kampanye di medsos yang bermuatan ujaran kebencian mendominasi di tingkat provinsi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/10/23).

Untuk tingkat kabupaten/kota, ujarnya. kampanye bermuatan hoaks atau berita bohong menjadi indikator potensi terbesar. Sebanyak 33% kerawanan itu ditemukan.

“Kampanye bermuatan SARA sebesar 27 persen. Ada perbedaan di level provinsi dan kabupaten kota," ujarnya.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →