Kemenperin: HKI dan Inovasi Jadi Peran Penting Tingkatkan Daya Saing Industri

Oleh : Ridwan | Selasa, 18 Juli 2017 - 17:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Haris Munandar mengatakan, hak kekayaan intelektual (HKI) dan inovasi berperan penting dalam peningkatan nilai tambah dari daya saing industri nasional. Penguatan HKI dapat menjadi penghela inovasi.

Untuk itu, Kemenperin telah memfasilitasi pengembangan HKI dan inovasi industri melalui lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) yang dimilikinya.

"Upaya ini untuk mewujudkan Indonesia sebagai produsen promotor maupun eksportir dari produk-produk yang berbasis kekayaan intelektual dengan standar internasional," ungkap Haris Munandar di Jakarta (18/7/2017).

Berdasarkan data dari Global Competitivenes Index dan World Economic Forum 2016-2017, Indonesia menempati peringkat ke-41 dari 138 negara dengan pilar inovasi menduduki peringkat ke-31, subpilar kapasitas inovasimenduduki peringkat ke-32, subpilar belanja teknologi tinggi pemerintah peringkat ke-12 dan subpilar paten internasional menduduki peringkat ke-99.

"Data tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dihasilkan masih berupa risetb dasar yang belum dapat diaplikasikan dan dikomersialkan dalam dunia industri," terangnya.

Untuk itu, lanjut Haris, diperlukan upaya-upaya peningkatan inovasi teknologi terapan yang lebih dapat diaplikasikan secara komersial, sehingga seluruh hasil inovasi tersebut dapat mendongkrak posisi daya saing Indonesia di kancah ekonomi global.

Salah satu upayanya adalah penguatan dan pengembangan HKI melalui perolehan paten atas invesi yang dihasilkan. Berdasarkan data World Intellectual Property Organization (WIPO), dari 9.153 paten yang terdaftar di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 8.095 paten atau 89 persen merupakan paten yang berasal dari luar negeri, sedangkan paten dalam negeri hanya sebesar 1.058 paten.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masih banyaknya kendala yang perlu diatasi bersama dalam mengejar ketertinggalan dari negara maju. "Untuk mengejarnya perlu upaya melalui peningkatan sumber daya manusia serta anggaran dan fasilitas riset yang memadai untuk mendorong terciptanya inovasi yang dapat diaplikasikan," pungkas Haris.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →