Jababeka Optimistis Target Marketing Sales Rp2 Triliun Tercapai

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 21 Juni 2023 - 22:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id - Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) optimistis target marketing sales sebesar Rp2 triliun pada tahun 2023 dapat tercapai.

Muljadi Suganda, Corporate Secretary KIJA mengemukakan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2023, total marketing sales yang telah diraih perseroan telah mencapai Rp1,2 triliun, atau sekitar 60% dari target setahun penuh.

“Dengan capaian itu, realisasi sudah inline dengan target marketing sales tahun 2023,” jelas Muljadi dalam paparan publik, Rabu (21/06/2023).

Dikemukakan Muljadi lebih lanjut, sekitar Rp1 triliun dari target tersebut berasal dari Cikarang dan lainnya (tidak termasuk perusahaan Joint Venture/JV).

Target itu terdiri dari Rp750 miliar tanah matang dan bangunan industri, dan Rp250 miliar dari produk residensial dan komersial di Cikarang. 

“Sementara sisanya yang Rp1 triliun berasal dari perusahaan-perusahaan JV, dimana Kendal adalah kontributor terbesar dengan target marketing sales sebesar Rp800 miliar pada tahun 2023, dan Rp200 miliar dari JV residensial/komersial di Cikarang,” paparnya.

Menurut Muljadi, optimisme target marketing sales tahun 2023 dapat tercapai juga seiring dengan dikebutnya beberapa pengembangan baik lahan, produk hingga fasilitas infrastruktur di kawasan Cikarang maupun Kendal.

"Pengembangan ini akan meningkatkan penjualan dan daya tarik investor," tandasnya.

Adapun KIJA sendiri hingga kini sudah menggelontorkan dana Rp135 miliar atau 15% dari anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) 2023 yang mencapai Rp900 miliar.

Secara khusus, KIJA mengalokasikan Rp300 miliar dari total capex untuk pengembangan lahan di Cikarang.

Sementara untuk Kawasan Industri Kendal, KIJA mengalokasikan Rp600 miliar untuk pembangunan sarana infrastruktur, yakni Water Treatment Plant, pengolahan limbah, hingga infrastruktur jalan.

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →