TOP! Menperin Agus Semringah, Capaian Industri Manufaktur RI Kian Gemilang...

Oleh : Ridwan | Selasa, 27 Desember 2022 - 18:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kinerja industri manufaktur nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Tercatat pada triwulan III tahun 2022, sektor industri mampu tumbuh 4,88 persen.

Dari aspek kontribusi terhadap PDB, industri pengolahan nonmigas mampu menyumbang 16,10 persen pada triwulan III tahun 2022.

"Capaian gemilang tersebut membuktikan bahwa pemerintah mampu menjaga kondisi industri agar tetap tumbuh positif di tengah gejolak dan tantangan yang ada," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 dan Seminar Outlook Industri 2023 di Jakarta, Selasa (27/12).

Dari sisi ekspor, sumbangsih dari sektor manufaktur terus meningkat meski di tengah kondisi dunia yang sedang tidak stabil. Tercatat nilai ekspor industri pada periode Januari - November 2022 mencapai USD 189,88 miliar.

"Diperkirakan ekspor nasional mencapai USD 210,38 miliar sampai akhir tahun 2022," terangnya.

Berikutnya, realisasi investasi di sektor manufaktur pada periode Januari - September tahun 2022 tercatat sebesar Rp343,06 triliun atau naik 49,24 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2021 yang mencapai Rp229,87 triliun.

“Realisasi investasi tahun 2022 bisa dibilang pencapaian realisasi dengan nilai tertinggi dibandingkan dari tahun 2019-2021 di saat dunia sedang penuh dengan tantangan ini,” tutur Menperin Agus.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja. Tercatat ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021, dan di tahun 2022 bertambah kembali sebanyak 500 ribuan tenaga kerja, sehingga jumlah total tenaga kerja industri manufaktur sebanyak 19,11 juta orang.

Menperin menambahkan, geliat industri manufaktur di tanah air, juga terlihat dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan November yang menunjukkan ke arah ekspansif, yaitu di angka 50,89. 

“Dari angka tersebut, kami bisa mengidentifikasi bahwa ada 11 subsektor yang ekspansi (71% dari PDB Industri) dan 12 subsektor yang kontraksi (29% dari PDB Industri), terangnya.

Seiring dengan harapan membaiknya kondisi global dan perekonomian nasional, Menperin memproyeksi sektor industri manufaktur akan tumbuh sebesar 5,01 persen pada tahun 2022, dan pada tahun 2023 diperkirakan tumbuh antara 5,1-5,4 persen. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →