Kemenperin Pastikan Minyak Goreng Curah Banjiri Pasar Akhir Pekan Ini

Oleh : Ridwan | Kamis, 31 Maret 2022 - 07:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pasokan minyak goreng curah akan banjir di pasar mulai akhir pekan ini.

"Mudah-mudahan sampai akhir Minggu ini semua daerah sudah mencukupi, sebelum 4 April, yang mulai memasuki bulan puasa kita harapkan suplai minyak goreng curah bersubsidi 2 kali dari kebutuhannya," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dalam konferensi pers di Jakarta (30/3/2022).

Dia menjelaskan bahwa kebutuhan minyak goreng adalah 7 ribu ton per hari. Industri berkomitmen untuk menyalurkan 2 kali lipatnya, yakni 14 ribu ton per hari.

"Mudah-mudahan semua industri bisa menyuplai sekitar 14 ribu ton per hari sehingga dengan seperti itu, dengan berkecukupan harga eceran tertinggi (HET) bisa tidak terlampaui," terangnya.

Perusahaan minyak goreng, tegas Putu segera memberikan pasokan minyak goreng curah kepada distributor, dan distributor harus menyalurkannya kepada pengecer sebagaimana kebijakan yang telah ditetapkan.

"Sehingga sampai dengan Minggu ini dan sebelum tanggal 4 ini sudah banyak di pasar," tambahnya.

Seperti diketahui, Kemenperin telah mengeluarkan Kebijakan MGS Berbasis Industri melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 8 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pada dasarnya Permenperin 8/2022 mewajibkan seluruh industri MGS untuk ikut berpartisipasi. Apabila ada yang tidak mendaftar, akan dikenakan sanksi.

Kemenperin mencatat hingga saat ini sudah ada 74 produsen yang telah mendaftar dan mengikuti program subsidi minyak goreng curah untuk melakukan distribusi ke Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →