Jokowi ke Investor Asing: Saya Jamin Keamanan Modal yang Bapak-Ibu Tanam di Indonesia
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak para investor asing untuk menanamkan investasi di Indonesia. Ia pun berani menjamin keamanan modal yang ditempatkan di Tanah Air.
"Saya mengundang investor luar untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pemerintah menjamin keamanan investasi bapak/ibu dan saudara-saudara yang tanamkan di Indonesia," kata Presiden Jokowi dalam acara Mandiri Investment Forum 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (9/2).
Dikatakan Jokowi, Indonesia merupakan pasar investasi yang terus menunjukan peningkatan tren di lingkup ekonomi.
Hal tersebut terlihat pada Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur per Januari 2022 yang berada pada level 53,7. Posisinya terletak di zona ekspansif dan lebih tinggi dari PMI Asean pada level 52,7.
Ia juga mengutip realisasi investasi yang tumbuh semakin baik di akhir tahun lalu. Adapun di sepanjang 2021, realisasi investasi mencapai angka sekitar Rp 901 triliun, tumbuh 9 persen year on year.
"Penanaman modal asing tumbuh 10 persen year on year mencapai Rp 454 triliun, menunjukan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia di tengah situasi pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.
Di sisi lain, ekspor Indonesia juga meningkat sangat tinggi pada 2021, tumbuh 41,9 persen dengan nilai USD 232 miliar.
"Tertinggi sepanjang sejarah, dimana salah satunya didorong oleh industrialisasi/hilirisasi besi dan baja," terangnya.
Begitu juga dengan impor yang tumbuh 38,6 persen. Jokowi menilai, angka tersebut jadi indikasi adanya penguatan aktivitas ekonomi dalam negeri.
Sementara indeks keyakinan konsumen (IKK) kembali pada tingkat yang optimis sebesar 118,3 di Desember 2021.
Stabilitas makro ekonomi juga terjaga. Tingkat inflasi berada pada tingkat yang rendah, 2,18 persen year on year pada Januari 2022.
Sementara, cadangan devisa Januari 2022 mencapai USD 141,3 miliar, membawa Indonesia dalam posisi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan eksternal pada tahun 2022, terutama terkait normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat.