INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah saat ini tengah fokus dan berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur, baik berupa pembangunan pelabuhan, pembangunan jalur kereta api luar jawa, pembangunan jalan tol, hingga pembangkit listrik. tetapi setelah infrastruktur ini selesai, tahapan besar kedua yang harus dilakukan adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah siap mengembangkan program Santripreneur di pondok pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui penumbuhan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren.

"Kita akan berikan bimbingan, pendampingan, bantuan mesin dan peralatan, serta fasilitas promosi melalui Islamic Sharia Economic Festival (ISEF) 2017," ujar Airlangga Hartarto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, program Santripreneur ini merupakan bagian integral dari program vokasi yang link and match antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan industri.

"Kemenperin juga tengah mendorong peran pondok pesantren dalam upaya mewujudkan kemandirian industri nasional," terangnya.

Langkah strategis ini dilakukan melalui program pengembangn industri di pondok pesantren yang berbasis pada Business Process Outsourcing (BPO), Joint Operation, dan Capacity Building dengan kerja sama beberapa perusahaan industri dan perbankan.

Menurut Menperin, aplikasi dan smart card fintech ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan keuangan pondok pesantren yang dapat dimonitor secara real time, dengan beberapa fitur, misalnya, fitur pengiriman uang dari wali santri krpada santri, pemasaran produk pesantren ke masyarakat umum melalui e0commerce, serta penyediaan kredit perumahan bagi santri dan pengurus pondok pesantren kedepannya.

"Ini yang kita perlukan, dan program ini sangat strategis sekali. Ini kan sesuatu yang zamannya sekarang ini harus masuk ke situ, kalau kita tidak ingin ditinggal oleh negara-negara lain," pungkasnya.