INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pada 2022 mendatang, Hutama Karya telah menyiapkan strategi untuk mencapai target yang dicanangkan. Selain fokus pada pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera khususnya tahap I pembangunan yang terdiri dari 8 ruas konstruksi, Hutama karya juga mempercepat proses pembangunan proyek JTTS serta mempercepat penyelesaian desain dan pembebasan lahan di ruas-ruas prioritas.
“Kami juga akan meningkatkan produktivitas konstruksi pada lahan sudah bebas, mempercepat perizinan yang berkaitan dengan pihak-pihak eskternal seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Barang Milik Negara (BMN),” ujar Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto.
Di sisi lain, Hutama Karya juga fokus pada proyek-proyek non-BUJT lainnya seperti proyek jalan, jembatan, EPC, serta prasarana perhubungan. Selain itu, Hutama Karya sebagai salah satu BUMN yang memiliki tagline “Inovasi Untuk Solusi” memandang penting penggunaan teknologi baru, karena dengan adanya teknologi baru akan memberikan kinerja yang lebih efisien dalam pengerjaan konstruksi ke depannya.
“Saat ini, Hutama Karya telah dan akan mengedepankan penggunaan-penggunaan teknologi muktahir seperti penerapan Building Information Modelling (BIM) dan LiDAR pada setiap tahap perencanaan hingga pembangunan konstruksi,” sambung Budi.
Tak hanya itu, Hutama Karya akan berupaya mengoptimalkan peluang perolehan kontrak barumnpada proyek-proyek yang berasal dari pemerintah, BUMN, dan swasta. Ke depannya,nperolehan kontrak baru Hutama Karya akan banyak didukung dari proyek non Jalan Tol Trans Sumatera khususnya road & related buildings selaras dengan fokus Hutama Karya untuk menjadi champion pada segment tersebut. “Kami juga melihat adanya potensi kerjasama flagship project Hutama Karya dengan world class company,” ujar Budi.
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan bahwa di sepanjang 2021, Hutama Karya berhasil menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan beberapa proyek infrastruktur jasa konstruksi lainnya. “Di awal tahun, tepatnya pada bulan Maret 2021 Hutama Karya berhasil mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Medan – Binjai seksi 1 (Tanjung Mulia – Marelan) sepanjang 4,2 Km dan JTTS Ruas Sigli – Banda Aceh seksi 3 (Jantho – Indrapuri) sepanjang 16 Km,” ujar Budi.
Dengan kata lain, hingga akhir tahun Hutama Karya telah membangun sepanjang 626 KM untuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Selain Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya juga berhasil merampungkan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada bulan Juni 2021. Kemudian pada Juli tahun ini, terdapat proyek pekerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-2 di Tapanulim Utara, Sumatra Utara. “Pada bulan September, Hutama Karya juga berhasil merampungkan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang merupakan proyek Joint Operation (JO) antara Hutama Karya bersama dengan WIKA dan Nindya Karya, lalu RS Mata Manado di pertengahan tahun, serta di akhir November Hutama Karya juga merampungkan proyek Bendungan Gongseng di Bojonegoro dan telah diresmikan oleh Presiden RI,” lanjut Budi.