INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksikan kinerja sektor industri manufaktur pada tahun 2022 akan semakin meningkat.
"Seiring pulihnya perekonomian nasional, kjnerja industri manufaktur juga diproyeksi meningkat pada tahun 2022," kata Menperin Agus di Jakarta (24/11).
Menurut Menperin, ada beberapa indikator kunci sektor industri pada triwulan III tahun 2021 yang memperlihatkan kemajuan cukup signifikan.
Indikator gemilang tersebut di antaranya pertumbuhan sektor industri yang tercatat sebesar 4,12% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 3,51%.
Indikator berikutnya, kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas terhadap PDB nasional mencapai 17,33% atau lebih tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya.
Selain itu, nilai investasi sektor industri pada Januari-September 2021 tercatat sebesar Rp236,79 triliun. Indikator lainnya adalah PMI Manufaktur Indonesia yang mencapai 57,2 pada bulan Oktober 2021.
"Nilai ini adalah tertinggi dalam sejarah bagi Indonesia," papar Agus.
Bahkan, sektor industri konsisten menjadi kontributor terbesar bagi pencapaian nilai ekspor nasional. Nilai kontribusi ekspor sektor industri terus meningkat sejak tahun 2015 dengan angka di kisaran 75% dari total ekspor nasional.
"Nilai ini lebih besar dari periode sebelumnya yang hanya menyentuh angka di bawah 70%," imbuhnya.
Menperin pun menyebutkan, kontribusi ekspor dari sektor industri manufaktur pada tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar USD131,1 miliar, meskipun di tengah himpitan pandemi Covid-19.
“Nilai ekspor manufaktur ini merepresentasikan 80,3% ekspor nasional tahun 2020. Sementara pada Januari-Oktober 2021, kontribusi ekspor sektor industri tercatat sebesar 77,16% atau senilai USD143,76 miliar dari total ekspor nasional USD186,31 miliar," ungkapnya.