INDUSTRY.co.id, Lombok - Saat Ramadan, masyarakat Muslim diberbagai belahan dunia menyambut dengan antusias, berbagai wisata halal dan wisata religi menjadi salah satu pilihan. Salah satunya yakni di Masjid Islamic Center Mataram, Lombok, dalam kegiatan selama bulan Ramadan ini menghadirkan empat imam besar dari empat negara.
Mereka didaulat menjadi imam dalam salat tarawih di Masjid yang kini menjadi ikon wisata family friendly Lombok tersebut. Kehadiran empat Imam besar dari Masjidil Haram, Saudi Arabia, Jordan, Maroko, dan Mesir itu sontak membuat Lombok, NTB, heboh. Nuansa Timur Tengah langsung terasa.
Para warga dari Kota Mataram tak ingin ketinggalan beribadah salat tarawih yang akan diImami oleh empat Imam besar dari empat negara tersebut. Masjid Islamic Center-pun seketika menjadi ramai.
“Luar biasa! Salam Pesona Ramadan!," sambut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Sabtu (3/6/2017)
Di minggu pertama saja, sudah ada Syeikh Ezzat Sayit, Imam besar dari Mesir yang memimpin salat tarawih di Islamic Center, usianya masih sangat muda, tambahnya Imam besar yang satu ini kelahiran tahun 1985. Meski masih muda, kemampuannya dalam bidang agama khususnya tentang kajian Al Quran sangat oke. Dan dia tak ragu mengangkat dua jempol untuk Pesona Khazanah Ramadan di Lombok.
“Saat diundang ke Uzbekistan, Istambul, Perancis, Inggris, dan lainnya, saya hanya mengimami shalat Tarawih. Namun, Pesona Khazanah Ramadhan di NTB ini beda. Selain tarawih ada berbagai macam kegiatan dan festival ramadhan. Ini sangat bagus dan patut dicontoh oleh negara-negara lain,” ujar Syekh Ezzat, melansir dari waktu.co
Selain ada Syekh Ezzat, ada Syeikh Moad Duaoik dari Maroko yang melanjutkan tongkat estafet wisata religi di Lombok. Dan di dua minggu berikutnya, ada Prof. Dr Syeikh Khalid Barakat dari Lebanon dan Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania yang siap memimpin salat tarawih.
“Lombok dirancang menjadi pusat aktivitas wisata Ramadan yang unik dan kaya nilai. Intinya kami ingin menarik kunjungan wisatawan muslim untuk berwisata sambil beribadah selama Ramadan,” kata Kadispar Prov NTB Lalu Moh Faozal.
Selain mendatangkan empat imam besar, Dinas Pariwisata NTB juga akan menggelar kegiatan khas ramadan lainnya. Seperti, pameran, bazar, lomba fotografi, bedah buku, kerajinan tangan, table top Islami, dan pameran seni budaya Islam.
Selain Festival Khazanah Ramadan akan diramaikan dengan pelepasan seribu lampion sebagai simbol daerah seribu masjid. Rencananya, pelepasan seribu lampion ini akan dilakukan di malam takbiran. Tidak sampai disitu, Faozal juga mengaku akan mendatangkan kembali para qori’dan qoriah terbaik yang pernah tampil di panggung MTQ 26 di Islamic Center tahun lalu. ‘’Semua even ini akan dipusatkan di Islamic Center,’’ ujar Faozal.
Lukito Joko salah seorang team leader Generasi Pesona Indonesisa (GenPI) Lombok Sumbawa yang bertugas di Media Center menambahkan, dua imam besar yang telah hadir, Syeikh Ezzat Sayit dan Syeikh Moad Duaoik bahkan menyempatkan diri mengunjungi media center dan berfoto di replika piala World Halal tourism Award. “Ini benar-benar kebanggaan besar bagi Lombok,’ sebutnya.
Dari paparannya, media center yang juga menjadi Tourist Information Center ini tak pernah sepi didatangi jamaah dan wisatawan. Tidak hanya wisatawan domestik, kunjungan juga datang dari wisatawan asal Yaman, Malaysia, Amerika Serikat serta Inggris.
“Rata rata mereka mencari informasi tentang kegiatan dan destinasi. Kami meyediakan guide book, majalah bahkan peta destinasi wisata yang kami berikan secara free kepada pengunjung. Yang ingin berwisata sekalian beribadah, silakan ke Lombok. Pesona Khazanah Ramadan akan terus berlangsung hingga 24 Juni 2017,” pungkas Joko.