INDUSTRY.co.id - Jakarta - Aset kritpo decentralized finance, antara lain, adalah Fantom (FTM) Price dan The Graph (GRT) Price diramalkan akan mengalami kenaikan harga, sesuai pendapat analis kripto internasional.

Dua kripto ini merupakan kripto yang bergerak di decentralized finance (DeFi). CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, DeFi masih terus digandrungi. Pada awal tahun 2020 lalu, orang-orang tidak mengenal apa itu DeFi.

“Hingga kini, DeFi masih ramai digandrungi. Ekosistem blockchain dan aset kripto akan terus berkembang demi menciptakan iklim yang positif. Kenaikan harga kripto DeFi juga akan terus terjadi,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dua aset kripto yang bergerak di DeFi adalah Fantom dan The Graph. FTM Price dan GRT Price akan menjadi tinggi dan prospek beberapa waktu ke depan. Kenaikan dua kripto ini akan menjadi hal yang menarik bagi investor dan trader, termasuk di Indonesia.

Fantom merupakan platform atau aplikasi yang berbasis desentralisasi atau tidak terpusat karena juga bekerja dengan cara kontrak pintar atau smart contract. Proyek ini dinisiasi oleh Fantom Foundation.

Fantom merupakan sebuah platform kontrak pintar dengan kemampuan kinerja yang tinggi, skalabel dan aman dengan komponen yang berbeda. Blockchain Fantom Opera memiliki fondasi utama yang menjadi jraingan grafik. Ini mampu bekerja dengan serasi dan sesuai dengan Ethereum Virtual Machine.

Ini artinya, Fantom bisa menjalankan smart contract, dan membuat kontrak baru yang bisa berinteraksi dengan kontrak Ethereum. Fantom dapat menyelesaikan transaksi dengan cepat dan bahkan dalam hitungan detik.

Semua decentralized apps atau aplikasi desentralisasi yang di bawah Fantrom bisa berjalan di jaringan blockchainnya masing-masing. Ini merupakan alasan kenapa Fantrom menjadi platform sebagai jaringan dari jaringan atau network of network.

Token FTM adalah token utilitas di atas jaringan Fantom. Untuk memberi penghargaan kepada validator dan lain-lain. FTM juga bisa ditransaksikan di berbagai platform crypto exchanges.

FTM Price sudah naik lebih dari 100% dalam waktu hitungan hari. Selama bulan Oktober 2021, kenaikannya lebih dari 100%. Awal Oktober harga FTM price hanya Rp20.000an dan akhir Oktober sempat menyentuh Rp48.000.

Meski awal November 2021, ada sedikit penurunan FTM price. Pada pekan kedua, FTM Price masih Rp38.000 dan menunjukkan penurunan dari awal November 2021.

The Graph (GRT)

Selain FTM token juga ada The Graph atau GRT. Kripto ini juga bisa dimiliki untuk investasi. GRT Price dalam sebulan naik 100% dalam satu bulan terakhir. Awal Oktober 2021 harganya hanya Rp9000. Kemudian naik menjadi Rp18.000 pada awal November 2021.

Ada beberapa alasan kenapa GRT juga bisa dimiliki. Salah satunya karena fundamental The Graph yang baik. The Graph merupakan protocol akses terbuka dari Distributed ledger Technology/DLT. Ini didesain dengan konsep desentralisasi dalam menghimpun data blockchain. Himpunan dilakukan tanpa melakukan pihak ketiga.

Protokol ini menggunakan teknologi API dalam melakukan beberapa hal, seperti mengindeks, melakukan organize dan data query. Ini dibuat dengan akses yang mudah dan isa diakses dengan bahasa pemograman.

GRT adalah mata uang kripto asli dari jaringan atau proyek blockchain The Graph. Token itu digunakan untuk mengalokasikan sumber daya dalam ekosistemnya.

FTM dan GRT adalah dua token DeFi yang dapat dikoleksi dan dapat menjadi komoditas investasi. Dua kripto ini bisa dibeli di Indodax, salah satu marketplace resmi di Indonesia. Selain lebih aman dan memiliki jumlah member lebih banyak dari market place lain, Indodax juga sudah mendapatkan legalitas resmi dari Pemerintah Indonesia.